oleh

Pilkada Sumbar; Asrinaldi: Bisa Saja Muncul Poros Baru

Padang – Jika tiga pasangan calon (paslon) yang maju berlaga di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat (Sumbar), dipastikan pertarungan akan berimbang dan menarik.

Namun, jika ada poros baru, di luar paslon independen yang hingga malam ini belum melengkapi berkas dukungan mereka ke KPU, maka peta politik Pilkada Sumbar tidak lagi berimbang.

Demikian kesimpulan pendapat pakar politik dari Universitas Andalas (Unand), Asrinaldi, saat diminta analisanya berkenaan dengan peta politik terkini terkait Pilkada Sumbar.

“Jika pasangan calon gubernur/wakil gubernur tiga pasang, maka persaingan dalam Pilkada akan seimbang. Pasalnya tidak ada elektabilitas pasangan calon yang dominan,” tutur Asrinaldi kepada Minangsatu, Senin (27/7) malam.

Baca Juga  Genderang Seleksi Sekda. Agam Ditabuh, Pendaftaran Calon Dibuka

Adapun tiga paslon itu adalah Mulyadi-Ali Mukhni (Demokrat-PAN), Nasrul Abit-Indra Catri (Partai Gerindra ) dan Mahyeldi-Audy Joinaldy (PKS-PPP).

Berdasarkan hasil survey, tukuk Asrinaldi yang juga adalah salah seorang pakar di lembaga survey Spekpol, semuanya masih saling berkejaran dan masih dalam rentang margin of error jumlah sampling yang digunakan.

Ketatnya persaingan dengan keberimbangan elektabilitas dari tiga paslon itu, kata Asrinaldi akan berubah drastis jika ada poros baru yang ikut mengusung paslon mereka. Kemungkinan terbentuknya poros baru itu masih terbuka. Kuncinya ada di Partai Golkar.

Baca Juga  PW IPPNU Sumbar Adakan Makesta dan Bentuk PC IPPNU Pasaman

“Kuncinya sekarang ada di Partai Golkar. Apakah Partai Golkar mau membuat poros baru, atau cukup mendukung pasangan yang sudah ada? Karena dengan membuka poros baru, dengan menggandeng Partai NasDem dengan 3 kursi dan PDIP dengan 3 kursi, jika digabungkan dengan 8 kursi Partai Golkar maka bisa memunculkan pasangan baru,” tukasnya.

Namun, poros baru itu, jika memang terbentuk nanti, menurut Asrinaldi justru bakal menguntung salah satu paslon. “Jika ini yang terjadi, tentu pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy akan diuntungkan. Masalahnya PKS memiliki pemilih loyalis mereka di Sumbar. Paling tidak 15-20 persen. Jadi ini sudah menjadi modal awal mereka,” ungkapnya.

Baca Juga  Reaksi Cepat Tim Damkar Agam, Pondok Warga Terbakar-2 Armada Diturunkan

Sisanya (75-80 persen) tentu akan menjadi perebutan masing-masing pasangan calon. “Sementara, pemilih Mulyadi-Ali Mukni dan Nasrul Abit-Indra Catri cenderung bukanlah pemilih loyal (swing voter), yang bisa saja berpindah sesuai dengan isu dan materi kampanye yang mereka peroleh,” imbuh Asrinaldi.

Namun demikian, Asrinaldi masih mempertanyakan; apakah pemilih pada kedua pasangan ini adalah pemilih loyalis? “Karena sifatnya personal dan bukan partai, maka pemilih mereka jumlahnya tidak akan mencapai setengah dari pemilih PKS,” pungkasnya. (Minangsatu/Boing)

Komentar

News Feed