Bukittinggi, siberindo.co — Pimpinan Daerah Aisyiah (PDA) Kota Bukittinggi, bentuk sekolah wirausaha gratis, yang pesertanya merupakan warga kurang mampu.
Pada angkatan I, Sekolah Wirausaha Aisyiah (SWA) diikuti oleh 40 peserta yang telah menyerap ilmu selama 3,5 bulan. Peserta diwisuda di Aula Prof. Yunahar Ilyas UMSB Bukittinggi, Selasa (26/10).
Kepala Sekolah Wirausaha Aisyiah Bukittinggi, Hj. Mimi Murni, menjelaskan, Sekolah Wirausaha Aisyiah (SWA) ini didirikan untuk meningkatkan jumlah wirausaha perempuan usia produktif. SWA dibentuk juga untuk menambah kemampuan pengelolaan dasar yang berkualitas, membudayakan semangat sikal, prilaku dan kemampuan berwirausaha. Sehingga SWA Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bukittinggi memiliki visi, menjadikan pelopor terciptanya perempuan mandiri yang berkarakter Islami dan berjiwa Nasionalisme.
Untuk angkatan I, SWA diikuti 40 peserta dari cabang ABTB dan cabang Tilatang Kamang. Setelah mengikuti pembelajaran selama 3,5 bulan, dengan 13 kali pertemuan, 33 peserta angkatan I dapat diwisuda hari ini.
“Selanjutnya juga dilaunching Sekolah Wirausaha Aisyiah (SWA) angkatan II, dengan peserta sebanyak 120 orang. Mereka berasal dari cabang MKS, cabang Guguak Panjang, cabang IV Angkek dan cabang Baso. Peserta nantinya akan kita bagi menjadi 5 kelas, dimana untuk satu kelas diikuti 24 orang,” ungkapnya.
Peserta Sekolah Wirausaha Aisyiah, lanjut Mimi, diberikan materi terkait keaisyiyahan, membangun jejaring usaha, membangun mental baisnis, tata kelola keuangan, etida dan motivasi bisnis, pengelola proses produksi, marketing mix strategi, koperasi syariah, belajar photoshop produk, kemampuan mengatasi masalah usaha serta kunjungan usaha atau study tiru.
“Peserta merupakan wanita berusia 18 hingga 50 tahun, sudah mempunyai usaha, tergolong masyarakat kurang mampu. Dapat menumbuhkan usaha usaha baru, membantu dan memotivasi usaha siswa (umkm) yang mulai redup dan terdampak pandemi covid. Diutamakan mereka yang sudah memiliki keluarga namun sudah tidak punya suami atau janda,” jelas Mimi.
Pimpinan Daerah Aisyiyah Bukittinggi, Bunda Zuimar Ilyas, menjelaskan, Pimpinan Daerah Bukittinggi bergabung dengan Agam Timur, sehingga Pimpinan Daerah Aisyiah Bukittinggi memiliki 9 cabang. Cabang ABTB, cabang MKS, cabang GP, cabang Tilatang Kamang, cabang IV Angkek, cabang IV Koto, cabang Banuhampu, cabang Baso dan cabang Malalak.
“SWA ini dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan (entrepreneur) melalui penguatan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah dikelola oleh perempuan, agar perempuan mampu memperjuangkan hak dan kepentingannya,” ungkapnya.
Bunda Hj. Yusmawati Mantiq, BA, selaku Ketua Koordinator MEK PWA Sumbar, mengapresiasi upaya PDA Bukittinggi dengan melaksanakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah. Bahkan kali ini sudah ada angkatan pertama yang diwisuda.
Sekolah Wirausaha Aisyiyah ini adalah Program Unggulan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisiyah se-Indonesia. Berdirinya Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah Aisyiyah adalah upaya peningkatan kesejahteraan kaum perempuan yang merupakan bagian integral Tanfidz Keputusan Tanwir Aisyiyah di Yogyakarta Tahun 2012.
“Untuk itu, selamat kepada peserta yang telah diwisuda. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan diharapkan pula bisa dotilarkan kepada warga lainnya. Kami juga ucapkan selamat kepada 12 peserta yang dilantik untuk SWA angkatan kedua. Pelajari ilmu yang diberikan dengan maksimal. Karena tujuannya memang untuk membangun kesadaran perilaku ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga umat dan masyarakat,” ujarnya.
Peserta angkatan I, diwisuda oleh Bunda Hj. Siti Hadjir Samik, S.sos , selaku Ketua Majelis Ekonomi (MEK) Pimpinan Wilayah Aisyiah (PWA) Sumbar. Sementara, SWA angkatan ke II, dilaunching oleh Bunda Hj. Yusmawati Mantiq, BA, selaku Ketua Koordinator MEK PWA Sumbar.
Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny. Yenni Andri Warman, selaku Ketua LKKS Kab. Agam, mengapresiasi Pimpinan Daerah Aisyiah Bukittinggi dan Sekolah Wirausaha Aisyiyah. Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) memberikan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga terbentuk perempuan wirausaha yang mandiri dan akan berdampak pada kehidupan sosial.
“Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) berbasis daerah ini, akan berdampak positif pada perekenomian warga, khususnya para wanita di usia produktif. Semakin banyak wirausaha yang tumbuh tentunya akan banyak tenaga kerja yang diserap. Sehingga roda perekonomian dapat tenaga kerja yang semakin banyak, kondisi ini bisa memutar roda perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
(Ophik/KABA12.com)
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar