Lubukbasung, siberindo.co — Menyikapi kondisi cuaca yang beberapa waktu belakangan mulai berubah, dari cuaca panas saat ini dengan curah hujan yanag relative tinggi hampir di semua wilayah kabupaten Agam, para anggota DPRD Agam menghimbau masyarakat dan semua elemen terkait dalam penanganan pasca bencana untuk waspada.
Kondisi itu disikapi dengan dampak curah hujan yang beberapa waktu belakangan mulai memicu Banjir di titik-titik yang rentan terdampak jika curah hujan tinggi, tidak hanya di wilayah Lubukbasung, tapi juga di kecamatan Tanjung Raya, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Palembayan, Malalak, Sungai Pua, Palupuah dan berbagai kecamatan lain.
Wilayah kabupaten Agam yang dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan potensi kebencanaan, apalagi jika cuaca buruk, beragam potensi bencana akan terus membayangi daerah ini, sehingga dikuatirkan, jika tidak sejak dini diwaspadai akan berdampak terhadap masyarakat.
Hal itu diingatkan ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan didampingi Hasneril, fungsional Humas-Protokoler Sekretariat DPRD Agam, menyikapi kondisi cuaca yang saat ini curah hujan justru sudah semakin tinggi, terutama sejak tanggal 19 Agustus lalu.
Disebutkan, sesuai klain pihak BMKG prediksi kondisi cuaca saat ini meleset dari kondisi biasa, dimana intensitas cuaca hujan justru lebih cepat terjadi di berbagai daerah, termasuk di kabupaten Agam, “ menyikapi hal itu, perlu kewaspadaan dini oleh berbagai unsur,” ungkapnya.
Novi Irwan mengakui, wilayah kabupaten Agam yang rentan terdampak bencana, baik banjir, pohon tumbang, longsor dan berbagai dampak lain jika cuaca buruk, mesti diwaspadai dan disikapi sejak dini, tidak hanya oleh unsur terkait dalam penanganan kebencanaan, tapi juga oleh masyarakat, “ kewaspadaan dan kesiapsiagaan, justru sangat penting dibangun sejak dini, apalagi jika warg beraktivitas di luar ruangan, “ulasnya.
Disisi lain, Ketua DPRD Agam itu berharap, OPD terkait di Pemkab.Agam sampai ke tingkat nagari, bisa merespon kondisi yang ada saat ini, dengan mendorong optimalnya sosialisasi dan koordinasi dengan stake holder terkait , sehingga upaya pengurangan resiko kebencanaan bisa dilakukan secara maksimal.
Pantauan kaba12.com, dampak curah hujan yang relative tinggi beberapa waktu belakangan di banyak wilayah kecamatan di kabupaten Agam, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama di Lubukbasung yang kembali direndam Banjir di beberapa titik, banyaknya pohon tumbang termasuk dampak lain.
HARMEN/kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di