Sumbar,Siberindo – Tiada hari tanpa inovasi dan prestasi; itulah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dengan bupatinya Hendrajoni yang penuh energik.
Adalah Nagari Sungai Pulai Kecamatan Silaut mendapat acungan jempol dari menteri PDTT, berkat kebijakannya membentuk Kelompok Belajar Daring (KoBeDa) Kampus Nagari yang belum pernah ada di tempat lain.
Sebelumnya inovasi itu muncul di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan, yang juga mendapat apresiasi dari Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, atas kebijakan nagari mengalokasikan anggaran nagari untuk pengadaan perahu motor bagi nelayan.
Nagari Sungai Pulai Silaut asalah berbatasan dengan Muko-Muko, Bengkulu. Daerah ini boleh dikatakan blank spot, tidak ada sinyal.
Untuk itulah Pemerintah Nagari mengadakan perangkat yang dananya diambilkan dari Dana Desa.
“Ini akan kita laporkan kepada presiden sebagai suatu gagasan bagus untuk percepatan penguatan sumber daya manusia di nagari-nagari atau di desa-desa di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan kampus nagari melalui program KoBeDa yang dikembangkan di nagari-nagari se Kecamatan Silaut itu merupakan yang pertama di Indonesia.
“Memang ini merupakan yang pertama di Indonesia, jadi saya menemukan model baru,” ujarnya.
Untuk membantu pelajar dan mahasiswa mengikuti belajar daring (online) Pemerintah Nagari Sungai Pulai menyediakan ruangan dan akses internet secara gratis. Kegiatan ini disebut Kelompok Belajar Daring yang disingkat KoBeDa Kampus Nagari
Berkat kebijakan tersebut, mahasiswa atau pelajar yang mengikuti sistem belajar daring tidak perlu lagi dibebani dengan biaya pembelian paket internet.
Cukup datang ke tempat yang diberi nama ” Kampus nagari” mereka bisa kuliah daring secara gratis. Inovasi ini digagas pemerintah nagari
KoBeDa yang dikembangkan oleh pemerintah Nagari Sungai Pulai melalui dukungan dana desa (DD), menjadi sebuah solusi bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah untuk belajar secara daring.
“Kampus nagari bagus banget. Ini suatu gagasan atau inovasi yang luar biasa dan nanti tanggal 3 Agustus 2020 akan dilaunching secara nasional melalui virtual,” kata Abdul Halim Iskandar memuji.
Dia juga menjelaskan bahwa gagasan yang dilahirkan melalui Perguruan Tinggi Unand itu, juga akan dipromosikan ke nagari lainya di Indonesia.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dengan didampingi Camat Siaut, Syamwil, ketika ditanya mengatakan bahwa KoBeDa di Kampus Nagari sebagaimana dikembangkan di semua nagari kecamatan itu, bertujuan untuk membantu pelajar dan mahasiswa mengikuti belajar daring (online).
Dia menambahkan bahwa inovasi ini digagas pemerintah Nagari Sungai Pulai di Kecamatan Silaut itu, bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) Padang.
Menurut Bupati Hendrajoni lagi, masa pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.
“Dari itu saya berharap kebijakan Nagari Sungai Pulai itu dapat ditiru oleh nagari lain di Pesisir Selatan guna membatu masyarakat kurang mampu untuk belajar daring di masa pandemi Covid-19 ini,” tutupnya. (rnl/zln)











Komentar