PARIAMAN, Siberindo.co—Proses vaksinasi di Kota Pariaman masih berlanjut. Semua tenaga pendidik di Kota Pariaman wajib melakukan vaksin.
Demikian diungkap Kepala Disdikpora Kota Pariaman Kanderi di ruang kerjanya di Kota Pariaman, Kamis (25/3).
Sebagaimana dilansir Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co, Kanderi menyebutkan, kita masih memfasilitasi tenaga pendidik se Kota Pariaman untuk bisa dilakukan vaksinasi. Proses vaksin telah dimulai dari kemaren, Rabu (24/3) dan disaksikan langsung Walikota Pariaman Genius Umar. Kemaren kita melakukan vaksin untuk seluruh ASN Disdikpora Kota Pariaman dan alhamdulillah berjalan lancar.
Seperti diberitakan sebelumnya, telah dilakukan vaksin sebanyak 484 tenaga kependidikan. Hari ini merupakan lanjutan vaksinasi tersebut sehingga lebih kurang 1.500 tenaga pendidik baik negeri ataupun swasta akan selesai divaksin dalam waktu 4 hari kedepan.
“Proses vaksinasi masih dilaksanakan seusia protokol kesehatan. Semua tenaga pendidik dibagi menjadi beberapa shif agar tidak terjadi kerumunan. Proses lainnya tetap sama yaitu mendaftar, cek suhu, skrening dan bila dinyatakan lulus baru akan dilakukan vaksin dan setelah vaksin akan diberikan sertifikat. Namun apabila tenaga pendidik tersebut belum memenuhi standar vaksin, diberikan waktu istirahat beberapa jam, kemudian dilakukan test lagi, “ tambahnya.
Ia menambahkan apabila ada salah satu tenaga pendidik yang layak divaksin semetara tidak mau melakukan vaksin, Disdikpora akan berlakukan belajar daring sampai tenaga pendidik tersebut mau melakukan vaksinasi. Hal itu dilakukan demi kebaikan kita semua dan juga mensukseskan vaksin di Kota Pariaman.
Salah seorang tenaga pendidik di SDN 19 Kampung Baru Kota Pariaman Ibnu Kalbi mengatakan bahwa kondisinya masih dalam keadaan baik – baik saja setelah melakukan vaksin.
“Alhamdulillah saya telah melaksanakan kewajiban sebagai warna negara dan tenaga pendidik. Vaksinsi menurut saya sangat penting karena kita dalam bertugas akan bertatap muka dengan anak – anak. Bila sudah divaksin, sedikitnya ada rasa aman buat kita berhadapan dengan anak – anak namun tetap menggunakan masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan, “ ungkapnya.
“Kepada semua kawan – kawan tenaga pendidik yang belum divaksin, ayo kita lakukan vaksinasi demi orang – orang yang kita sayangi. Vaksin tidak berbahaya dan vaksin akan menyelamatkan kita, “ tutupnya. (dewi lestari/at)











Komentar