Sholat Magrib di At Taqwa Kota Bengkulu Serasa Sholat Jumat
SIBERINDO, BENGKULI- Dimana mana sering kita jumpai bahwa kemegahan dan besarnya sebuah Masjid tidak berbanding lurus dengan jumlah jemaah saat melaksanakan ibadah sholat. Masjid yang didisain besar dan indah sekalipun tak menjamin akan dipenuhi Jemaah tatkala menunaikan sholat wajib 5 kali sehari semalam.
Masjid itu baru penuh apabila ada peringatan Hari Besar Islam, atau tablig Akbar dengan mendatangkan Ustad kondang.
Akan tetapi bila anda berkunjung ke kota Bengkulu, anda akan terpesona melihat jumlah jemaah di Masjid Agung At Taqwa saat magrib tiba. Sholat magribnya seperti sholat Jumat saja. Terlihat puluhan saf laki laki plus 3 saf wanita memenuhi Masjid kebanggan warga kota Bengkulu itu.
” Jika sholat Jumat, ruang dalam masjid ini tak mampu menerima Jemaah dan harus memanfaatkan pelataran luar,” sebut tukang parkir.
Mengutip LANGIT.ID – Masjid Agung Akbar At Taqwa merupakan masjid kebanggaan warga Bengkulu terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas Kecamatan Gading Cempaka. Rumah ibadah ini menjadi alun-alunnya warga daerah tersebut, tulisnya
Masjid ini dibangun pada tahun 1988 pada masa pemerintahan Gubernur Soeprapto dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Juli 1989.
Bentuk bangunan Masjid Raya Akbar At Taqwa Bengkulu begitu gagah, cantik dan indah dengan konsep taman terbuka. Gaya penataan taman mengesankan, mirip seperti istana kepresidenan atau alun-alun kecil di halaman keraton.
Terasnya berbentuk koridor panjang mengelilingi ruang utama. Dilengkapi dengan deret tiang penyangga berbentuk bulat berwarna putih yang dipadu dengan pagar besi menguatkan kesan masjid sebagai istana.
Arsitektur Masjid Agung Akbar At Taqwa merupakan perpaduan antara corak tradisonal Indonesia dan Corak Turki. Hal dapat dilihat pada design ornament interior dan eksterior. Bentuk kubahnya bulat bertingkat tiga layak sistem kubah limas. Sekilas kubah masjid ini mirip piring terbang.
Masjid dengan ruang utama sholat yang cukup besar dilengkapi teras dan Plaza mampu menampung 2.900 jamaah. Selain sebagai sarana ibadah, masjid ini menjadi landmark kota Bengkulu nan indah yang wajib dikunjungi.
Beruntung penulis dapat melaksanakan sholat magrib berjemaah, Sabtu 25/02. Sebelumnya menikmati makan sore bersama anak dan cucu di restoran “Papuk Mamuk” di Jl. Letkol Iskandar No.3, Tengah Padang, Kec. Tlk. Segara, Kota Bengkulu.
Resto ini unik dan khas Bengkulu agaknya yang menyulap rumah besar( rumah gadang) dengan ruangan luas cocok untuk semua komunitas acara. Unik lainnya ada beberapa bekas mesin jahit kuno merek Singer disulap jadi meja dengan tetap mempertahankan pedal injakan membuat kaki rilek bila dimainkan.
Soal harga… cukup terjangkau dan sudah ada daftar menunya. Mulai dari sup ikan, nasi goreng, iga bakar kuah steake merupakan cirikhas resto ini. Tak mau menyesal silakan mampir.
Maaf teman teman SMSI Bengkulu tak sempat ngontak dan ketemu. Teristimewa rekan Zacky Antony Merasibi, Ketua DKP PWI Bengkulu. Maklum kalau sudah dengan cucu. Wah bisa lupa semua.
Alun-Alun Berendo
Masjid Akbar At Taqwa juga dilengkapi
Alun-Alun Berendo menambah keindahan Rumah Allah
Pembangunan alun-Alun Berendo dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mengangkat citra Masjid Akbar At Taqwa sebagai destinasi wisata religi. Alun-alun Berendo dilengkapi menara dan lift agar warga bisa memandang keindahan kotanya.
Secara tidak langsung keberadaan alun-alun juga dapat menarik warga untuk melakukan aktivitas-aktivitas positif saat berada di masjid maupun di alun-alun serta membentuk harmonisasi warga kota. Pemerintah kota juga merancang Alun-Alun Berendo sebagai sentra UMKM.
“Apapun yang warga cari semuanya ada diberendo. Batu akik tercantik ada di berendo, makan pagi, siang semuanya ada di berendo,” tulis media “Langit.id
Dekatnya posisi alun-alun dengan masjid tersebut agar saat panggilan adzan berkumandang, masyarakat bisa langsung dekat dengan masjid untuk beribadah.(zulnadi/ketua smsi Sumbar)









