Siberindo.co – Syofyani Yusaf (alm), salah seorang koreografer tari Minangkabau dianugerahi penghargaan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang yang diserahkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-60 ISI, Senin (22/12/2025) lalu. Syofyani dinilai sebagai tokoh perempuan inspiratif yang konsisten memperjuangkan seni dan budaya Minangkabau melalui pendidikannya serta kerja-kerja kreatifnya.
Salah seorang anak Syofyani Yusaf, Soni Drestiana, Kamis (25/12/2025) melalui selulernya menyebutkan, penghargaan diterima oleh Sofi Yuanita, anak bungsu dari Syofyani Yusaf. Penghargaan ini menegaskan lebih jauh tentang peran Syofyani sebagai tokoh perempuan inspiratif yang konsisten memperjuangkan seni dan budaya. Tahun ini juga bertepatan dengan 90 tahun Syofyani Yusaf yang lahir 14 Desember 1935 dan wafat 4 Maret 2022.
“Penghargaan istimewa ini sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa Syofyani Yusaf bagi pelestarian seni budaya Minangkabau. Syofyani Yusaf dikenal sebagai salah satu koreografer tari Minangkabau yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mengembangkan dan melestarikan seni tari tradisional Minangkabau. Sepanjang kariernya, telah menciptakan puluhan karya tari yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal, seperti Tari Pasambahan, Tari Manggaro, Tari Payung, dan Tari Piring di Atas Pecahan Kaca, yang tidak hanya dipentaskan di Indonesia tetapi juga mendapat pengakuan di panggung internasional,” tutur Soni Drestiana.
Menurut Soni, karyanya telah dipelajari dan ditampilkan oleh banyak komunitas serta menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan seni budaya Minangkabau. “Momentum ini, semakin memperkuat pesan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam mempertahankan warisan budaya dan pembangunan identitas bangsa. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam membina generasi muda serta menjadikan budaya Minangkabau dikenal dan dihargai secara luas. Merayakan tonggak sejarah panjang ISI Padang Panjang sekaligus menghormati karya dan kontribusi istimewa Syofyani Yusaf bagi seni dan budaya Indonesia,” kata Soni Drestiana.
Acara penganugerahan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh budaya dan civitas akademisi ISI Padang Panjang.
Dikatakan Soni, bersama dengan Syofyani Yusaf (alm), juga menerima anugerah antara lain Dr. Dede Pramayoza, S.Sn., MA, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn, Hamzah, S.Sn., M.Sn, Boestanul Arifin Adam (alm), Canting Buana Kreatif, Hoeridjah Adam (almh), Body Dharma, Muhammad Aris Hendra, dan Aldo Riyadi.
Tari Piring saat penganugerahan penghargaan kepada Syofyani Yusaf Foto:Dok. Soni Drestiana.
Pada penutupan acara Dies Natalis di gedung pertunjukan Hoerifjah Adam ditampilkan berapa acara kesenian. Murid-murid Sanggar Tari Syofyani Bukittinggi menampilkan salah satu karya Syofyani Yusaf, Tari Piring. Menampilkan bagaimana Syofyani Yusaf menyusun tari Piring dari gerak dasar tari piring untuk anak usia TK/SD sampai dengan usia remaja. (R/*)










