oleh

Covid-19 Melonjak di Pariaman, Wawako Tutup Sekolah, Pesta Pernikahan Ditunda

Pariaman, Siberindo.co – Pemko Pariaman akhirnya menutup seluruh aktifitas belajar di semua tingkatan setelah ditemukannnya 44 orang terpapar Covid-19, Selasa (25/8/2020). Mulai besok, Rabu (26/8/2020) aktifitas belajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, MAN, MtsN, MIN, baik negeri maupun swasta resmi ditutup.

Demikian ditegaskan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin di hadapan awak media dalam jumpa pers, di media center Balaikota Pariaman, Selasa (25/8). Mardison didampingi Kepala Dinas Kesehatan Syahrul dan Kasat Pol PP Damkar Elfis Candra. Jumpa pers dipandu Kabid IKP Kominfo Kota Pariaman Eka Putra Pernanda.

Penutupan proses belajar tersebut dengan alasan anak-anak sangat gampang tertular virus Covid-19 ini. Sehingga penutupan sekolah merupakan langkah yang tepat agar lingkungan sekolah dan anak sekolah tidak terpapar Covid-19. Penutupan akan berlangsung hingga dua minggu ke depan. Selanjutnya akan dilihat kondisinya, apakah sudah memungkinkan untuk belajar tatap muka di sekolah atau belum.

Mardison mengakui makin banyaknya acara pesta pernikahan. Sudah seperti sebelum Covid-19, makin ramai pesta pernikahan. “Karena itu, Kita juga instruksikan terhitung 15 September 2020 mendatang siapa pun yang akan melaksanakan pesta pernikahan ditunda dulu. Bagi mereka yang melaksanakan hingga 15 September tersebut, yang sudah terlanjur, diminta dikawal ketat untuk mematuhi protocol kesehatan. Para dubalang di masing-masing desa/kelurahan agar melakukan pengawalan. Pengunjung (undangan) agar antri untuk menghindari kerumunan orang,” kata Mardison menambahkan.

Baca Juga  DPD Satupena Sumbar Gelar Orasi Budaya dan Berikan Penghargaan

Karena dalam acara pesta tersebut sering perantau dari keluarga yang mengadakan pesta pernikahan pulang kampung. Apalagi mereka dari daerah zona merah Covid-19. Sehingga kemungkinan tertular virus Covid-19 tidak bisa dihindari, kata Mardison.

Mardison juga menghimbau masyarakat kalau tidak terlalu amat penting jangan keluar rumah. Sebaiknya tetap berada di rumah. Kalau pun keluar rumah, selalu pakai masker, sanitaizer, menjaga jarak dengan orang lain, tidak bersalaman seperti biasanya. “Memang untuk bersalaman tanpa jabat tangan terasa janggal. Namun karena kondisi Covid-19 ini, kita harus siap menjalani pola perilaku baru ini,” tutur Mardison, mantan Ketua DPRD Kota Pariaman ini.

Baca Juga  Kadiskes Padang Pariaman: Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Penurunan Stunting Penting

Mardison juga minta seluruh camat, lurah, kepala desa, ninik mamak, dubalang dan tokoh masyarakat untuk bekerjasama mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini. Selalu himbau masyarakat pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, dan patuhi protokol kesehatan. (at)

Komentar

News Feed