oleh

KPU Pariaman: Wartawan Penting Sosialisasikan Pelaksanaan Pilkada

Pariaman, Siberindo. – Target partisipasi pemilih dari masyarakat pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang di Kota Pariaman mengalami penurunan disbanding pada pelaksana Pemilu 2019 lalu. Pada pilkada Gubernur Sumatra Barat tahun 2020 mendatang hanya ditargetkan 77 persen, sedangkan pada Pemilu sebelumnya partisipasi pemilih mencapai 88 persen.

Demikian diungkapkan Komisiner Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman Abrar, Jumat (24/7/2020) malam pada sosialisasi bersama rekan media se-Kota Pariaman dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat tahun 2020 di salah satu café di Pariaman. Sosialiasi dibuka Ketua KPU Aisyah dengan menghadirkan narasumber lainnya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pariaman/Kabupaten Padang Pariaman Ahmad Damanhuri Tuanku Mudo.

Menurut Abrar, penurunan target partisipasi pemilih tersebut dikarenakan wabah pandemi  Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Sumatera Barat dan Kota Pariaman. Sosialisasi tahapan pelaksanaan pilkada serentak ini memang banyak dibatasi sesuai dengan standar protokol kesehatan. “Jika dulunya pertemuan yang diagendakan untuk 50 orang, sekarang hanya boleh 20 orang saja. Sosialisasi yang bersifat kerumunan massal tidak dibenarkan,” kata Abrar.

Dikatakan Abrar, dengan terbatasnya pertemuan tatap muka, maka peran pers dan wartawan sangatlah penting mensosialisasikan pelaksanaan pilkada ini. Tantangan pelaksanaan pilkada (pemilu) pada masa wabah Covid-19 memang lebih berat disbanding pemilu sebelumnya. Semua tahapan pilkada harus sesuai dengan standar protokol kesehatan. Volume kegiatan sosialisasi saja banyak berkurang, sementara tuntutan partisipasi pemilih tetap menjadi ukuran keberhasilan pilkada.

Baca Juga  SMSI Minta Presiden Terbitkan Perpu UU Kedaulatan Digital Pengganti UU ITE.

Abrar mencontohkan, sebelumnya Covid-19 ada kegiatan nagari sadar memilih untuk sosialisasi ke masyarakat. Ternyata sekarang kegiatan tersebut ditiadakan. Padahal kegiatan tersebut efektif untuk mendongkrak partisipasi pemilih. “Meski demikian, kita tetap optimis target yang diberikan kepada KPU Kota Pariaman bisa tercapai,” kata Abrar.

Untuk pencegahan penularan Covid-19, pada pelaksanaan pilkada nantinya semua tempat pemunggutan suara (TPS) dipastikan aman, didisain sesuai standar protocol kesehatan. “Hal itu sesuai dengan penambahan prinsip pilkada tahun ini, yakni prinsip kesehatan dan keselamatan. Artinya, kesehatan dan keselamatan pemilih (masyarakat) harus menjadi nomor satu dalam pelaksanaan pilkada ini,” kata Abrar. 
Ketua PWI Pariaman Ahmad Damanhuri mengatakan, media sebagai pilar keempat demokrasi berperan penting dalam pelaksanaan pilkada serentak. Wartawan dan media dalam pelaksanaan pilkada tentu tetap menjaga profesionalisme. “Kesejukan dalam suasana pilkada perlu menjadi perhatian para awak media. Sehingga masyarakat tidak merasakan “kepanasan” dalam pelaksanaan pilkada. Sebaliknya, jika pilkada dingin saja, media tentu perlu juga memanas-manaskan agar masyarakat juga merasakan suasana pilkada tersebut,” kata Damanhuri mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman ini. (at)

Komentar

News Feed