oleh

Danau Maninjau Memutih Tebar Bau Menyengat, Keracunan Ikan Kali Ini Parah

Maninjau, siberindo.co — Saat ini danau Maninjau memutih untuk tebaran bangkai-bangkai ikan yang berserak di permukaan danau. Bahkan, bau menyengat bangkai ikan yang mati akibat keracunan endapan bekas pakan ikan itu, menyebar kemana-mana, sehingga membuat warga enggan berlama-lama di kawasan yang terdampak. Informasi yang diperoleh kaba12.com, kasus keracunan ikan pertengahan Desember 2021 ini disebutkan sangat parah dibanding kejadian serupa sebelumnya. Pasalnya tidak hanya ikan dalam jala apung yang merapung mati, tapi juga ikan-ikan dalam danau ikut memutih. Bahkan, ribuan ikan yang “mabuk” terlihat sengaja mencari lokasi air yang lebih aman ke arah hilir, khususnya di wilayah Muko-Muko, sehingga banyak warga yang “pesta” ikan dengan menangkapi ikan-ikan yang mengapung di permukaan danau, tidak hanya dipancing, tapi juga mengunakan jenis peralatan penangkap ikan lainnya.
Baca Juga  Syafrizal Datuak Nan Batuah Dikukuhkan Jadi Ketua LKAAM Pesisir Selatan
Parahnya tingkat keracunan ikan budidaya jala apung dan ikan dalam danau Maninjau kali ini dibenarkan beberapa warga setempat, termasuk pengelola ikan jala apung kepada kaba12.com. Seperti disebutkan Suhatri dan Romi, dampak keracunan ikan jala apung yang gejalanya sudah terlihat sejak awal Agustus itu, saat ini diperkirakan sudah menyebabkan lebih dari 1.000 ton ikan mati di danau Maninjau, dan mencapai puncaknya Kamis,(23/12) kemarin.
Baca Juga  Menteri Agama RI, Serahkan Rp.2,35 Milyar Untuk Korban Gempa
Kamis kemarin, ribuan ikan menyerbu kawasan Muko-Muko untuk mencari air yang jernih dan tidak tercemar endapan pakan ikan, namun di kawasan itu, ribuan ikan yang menyerbu tidak bertahan lama, bahkan banyak mati, sebagian bisa diselamatkan warga. “ Keracunan ikan kali ini, sangat parah, “ ungkapnya. Saat ini, dampak matinya ribuan ikan yang kini merata di salingka danau Maninjau itu, menyebabkan objek wisata danau Maninjau yang saat ini masih dalam proses observasi untuk pemulihan oleh Pemkab.Agam, justru menebarkan bau menyengat dari bangkai-bangkai ikan yang mengapung, yang sebagian besar tidak dievakuasi ke tempat aman.
Baca Juga  Rektor UIN IB Padang Dilantik, Ini Harapan Ketua Senat UIN IB Padang
Sementara sebelumnya camat Tanjung Raya Handria Asmi, menyebutkan kematian ikan di danau Maninjau sesuai siklus yang diprediksi sebelumnya, terutama memasuki musim penghujan di akhir tahun sampai bulan Maret, yang dipicu curah hujan tinggi dan tekanan angin kencang membuat, endapan bekas pakan ikan di dasar danau mengapung dan menjadi racun bagi habitat danau Maninjau. HARMEN/kaba12.com

Komentar

News Feed