oleh

Bupati Solok Marah! Gubernur Tak Beritahu Ketika Datang ke Daerahnya

Bupati Solok Marah! Gubernur Tak Beritahu Ketika Datang ke Daerahnya

SEMANGATNEWS.COM- Bupati Solok Epyardi Asda kembali meradang gara gara Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah tidak memberitahu kedatangannya ke daerah Solok.

Marah Epyardi tersebut viral di medsos dalam bentuk video yang berdurasi 0,59 detik. “Emangnya Solok ini negara PKS( Partai Keadilan Sejahtera,red), tegas Epyardi di salah satu masjid yg juga menjadi sasaran kunjungan gubernur.

Gubernur Mahyeldi adalah Ketua PKS Sumbar yang sukses jadi Wako Padang, sebelum terpilih jadi gubernur periode 2019-2024.

Bupati yang sering melawan arus ini, menyatakan bahwa Gubernur dalam kunjungannya ke daerah kabupaten dan kota sering tidak memberi tahu pemerintah setempat. Termasuk ke kabupaten Solok. Puncak “berang alias marabo”(marah) Epyardi adalah ketika gubernur singgah sahur ke rumah salah satu warga di Jawi-Jawi, Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Senin 18/03 sepekan lalu.
Menurut Epyardi, gubernur itu tidak punya wilayah. Ia itu sifatnya koordinatif. Kok ndak tau belajar atau bertanya. Dan lagi setiap rumah gadang itu ada tungganainya. Tidak seenaknya datang tanpa memberi tahu.

Baca Juga  Dishub Solok Tempatkan Petugas di SDN 21 Simpang Rumbio Untuk Mengurangi Macet

Lebih jauh Epyardi di vedio lain dengan moment yang sama, mempertanyakan kapasitas dan kemampuan Mahyeldi. Lihat jejak digitalnya. Ia tamatan dimana.Organisasinya apa. Ia hanya sebagai garin di Mushalla. Tutur Epyardi yang mengaku apa yang telah diperbuatnya untuk Sumbar yang terdiri dari 19 kabupaten/kota.

Program Singgah Sahur

Gubernur Buya Mahyeldi dengan program singgah sahur ke rumah warga mengakui tidak memberi tahu pemerintah setempat. ” Kita tidak mau merepotkan mereka”, ujar Mahyeldi kepada pers.
Program singgah sahur adalah program yang telah dilakukan sejak Mahyeldi jadi Walikota Padang. Semua bentuk menu dan makanan dibawa oleh Tim. Tuan rumah tinggal makan bersama saja dengan gubernur. Kemudian gubernur memberi bantuan dana yang sifatnya urgen. Misalnya perbaikan rumah, kelanjutan sekolah anaknya, dll.

Baca Juga  Warga Padang Bersemangat tapi Status masih PPKM Level 4

Sementara program yang bersifat tim Ramadhan diatur oleh Biro Sosial. Dan itu pasti diberitahu daerah masing-masing setiap ada kunjungan tim yang juga membawa bantuan untuk masjid yang jadi sasaran.
Jadi yang dimaksud Bupati Solok ini kedatangan gubernur yang mana?

Tak Elok

Sementara itu tokoh Muhammadiyah Sumbar Ki Jal Atri Tanjung menanggapi kasus ini adalah suatu yang kurang elok. Di bulan suci ramadhan ini yang harus dibuat adalah memperbanyak amalan dan menjalin silaturrahim sesama ummat. Apalagi antar sesama pemimpin.
Soal gubernur tidak memberitahu, menurut Ki Jal bahwa dimana saja di pelosok Sumbar gubernur adalah tuan rumah.

Baca Juga  Bukittinggi Dapat Bantuan Mobil Pustaka Keliling

“Pak Gubernur itu sebagai tuan rumah dimana saja di seluruh pelosok Sumatera Barat ini, karena Gubernur disamping Kepala Daerah tentunya juga Kepala Pemerintahan.

Sangat tidak elok seorang Bupati bicara kepada Gubernur seperti itu, malu kita sebagai orang minang kalau ada Pemimpin yang berbicara seperti itu. Sebab, bagaimanapun juga Bupati itu adalah Pemimpin. Pemimpin itu punya sifat dan punya pakaian yang harus dilakukan dengan baik.***

News Feed