oleh

Puluhan Hektar Tanaman Padi di Nagari Koto Gadang VI Koto Diserang Hama Tikus

Koto Gadang, siberindo.co — Puluhan hektar tanaman padi siap panen di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam diserang oleh hama tikus pada awal tahun 2022 ini. Kondisi itu menyebabkan para petani mengalami kerugian cukup besar akibat gagal panen. Walinagari Koto Gadang VI Koto, Amrizal membenarkan adanya serangan hama tikus yang menyerang puluhan hektar lahan pertanian. “Iya, ada puluhan hektar tanaman padi diserang hama tikus. Kondisi terparah terjadi di Kurambik dan Ujuang Labuah, Jorong Baruah,” kata Amrizal kepada KABA12.com, Senin (24/1).
Baca Juga  Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah, Tokoh Berpengalaman Digadang-gadang Maju Pilkada Pessel
Ia mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa banyak tanaman padi milik warga dan kelompok tani yang diserang hama tikus tersebut. “Jumlahnya kami belum tau, karena masih dalam pendataan oleh penyuluh pertanian. Namun kabarnya mencapai puluhan hektar tanaman padi yang terancam gagal panen akibat diserang hama tikus,” ujarnya.
Ia mengakui, sejak 2 tahun terakhir lahan tanaman padi di Nagari Koto Gadang VI Koto juga terkena wabah hama tikus. Para petani juga telah berupaya membasmi tikus tersebut dengan racun hingga gotong royong berburu tikus, namun hasilnya masih belum maksimal.
Baca Juga  KAN Painan "Balimau Paga" di Pantai Carocok Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H
Dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama masyarakat dan petani berencana akan melakukan Goro massal untuk membasmi hama tikus di sawah. “Paling lama bulan Maret nanti atau setelah panen padi, kita bersama masyarakat akan melakukan goro berburu tikus sampai ke sarangnya. Ini bertujuan agar serangan hama tikus tidak terjadi lagi,” katanya.
Baca Juga  Berhasil Entaskan Nagari Tertinggal, Gubernur Sumbar Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional
Menurutnya, kekompakan seluruh pihak sangat diperlukan dalam upaya membasmi hama tikus di sawah. Sehingga para petani tidak lagi mengalami kerugian besar akibat gagal panen. “Jadi, masyarakat dan pemerintah daerah juga harus kompak dalam membasmi hama tikus agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” jelasnya. (Bryan/kaba12.com)

News Feed