oleh

Slogan Payakumbuh dari Kota Batiah ke Kota Rendang; Seiring tapi Tak Sejalan

Slogan Payakumbuh dari Kota Batiah ke Kota Rendang; Seiring tapi Tak Sejalan

SEMANGATNEWS. COM – Keinginan pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi – Erwin Yunaz untuk mengganti slogan Kota Payakumbuh dari Kota Batiah menjadi Kota Rendang, sepertinya kebijakan tersebut di anulir oleh kadinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim. Seiring tapi tak sejalan.

Buktinya, pada proyek pendestrian yang di bangun dijantung Kota Payakumbuh, yang diramalkan menjadi pusat perhatian masyarakat yang singgah di Kota itu, oleh pihak dinas PUPR pada penutup drainase yang terbuat dari besi logam dicetak khusus sebagai penutupnya terang – terangan ditulis dengan Pemerintah Kota Payakumbuh – Kota Batiah.

Pada hakikatnya, slogan yang tertulis di sepanjang pendestrian itu secara tidak langsung menganulir atau mematahkan keinginan walikota Riza Falepi untuk membranding sebutan Kota Payakumbuh dengan Kota Rendang.

Baca Juga  27 Tahun berlangsung, Gubernur Sumbar Singgung Evaluasi Penerapan Otonomi Daerah

Tidak diketahui dengan jelas, Apakah slogan yang dibuat dinas PUPR disepanjang trotoar pendestiran di jalan Sudirman tersebut, sudah mendapat restu atau izin dari Walikota Riza Falepi. Yang pasti, slogan Kota Batiah di penutup drainase melahirkan penilaian pro dan kotra dan membingungkan di tengah masyarakat Payakumbuh.

” Ini membuktikan bahwasannya di era reformasi banyak kepala daerah yang latah – latahan dengan istilah tanpa didukung oleh landasan regulasi yang jepas atau Perda,” ujar Dodi Satra yang kaget melihat adanya tulisan slogan Kota Batiah di sepanjang trotoar itu.

menurut Dodi, harusnya kalau walikota sudah mencetuskan ide atau membranding payakumbuh dengan sebutan kota rendang, seharusnya seluruh kepala intansi yang ada di pemko payakumbuh taat dan patuh dengan slogan tersebut.

Baca Juga  Polri Pastikan Situasi Aman dan Kondusif di Pasbar dan Pasaman

“Kalau ingin Payakumbuh dengan branding Kota Batiah, seharusnya pasangan walikota menguatkan slogan kota rendang tersebut dengan perda. Sehingga tidak seenaknya kepala dinas merobah slogan daerah yang menjadi komitmen pasangan walikota Riza Falepi dan Erwin Yunaz tersebut, ” ujar Dodi.

Sementara itu, komentar sumbang tentang branding kota yang tidak jelas ini, juga hangat jadi pembicaraan di media sosial.

“Kok bisa gak singkron tag line Kota Ya? jadi bingung, Kalao ditanyain mau Jawab Apa, ” Tulis netizen dimedia sosial facebook.

Kritikan tersebut disikapi netizen lainnya. Seorang anak muda Andy Marchellho menulis di beranda facebooknya ” Fenomena memang , sebagai anak muda Kota Payakumbuh yang bergaris lucu,kita kembali menikmati berbagai slogan tentang kota ini yang mulai semarak lagi , dulu ada namanya Kota galamai , setelah itu Kota Batiah , ada lagi yang nyebut Kota kuliner dan akhir-akhir ini yang di gadang-gadangkan , Kota Rendang , kalo di kumpulkan semuanya ini bisa bikin kenyang perut lho…pada enak semua…

Baca Juga  Payakumbuh Pecah Rekor, 16 Warganya Dinyatakan Positif Covid-19

Tapi apakah banyaknya slogan ga seakan-akan seperti remaja yang lagi puber, lagi pencarian jati diri dan semuanya dicoba ???
Oh ya.. Kalo nambah lagi slogannya kayaknya bagus juga gapapakan ?, gimana kalo kota ” Anak Muda ” .. Kayakanya menarik ….biar lebih rame sekalian… Heheheeh”

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) Kota Payakumbuh, Muslim ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp belum memberikan konfirmasi terkait kebijakannya tersebut.

Meskipun pesan singkat lewat whatsapp sebagai konfirmasi tersebut sudah ada tanda contreng dua biru sebagai tanda pesan tersebut sudah dibaca.(ARYA)

Komentar

News Feed