Lubukbasung, siberindo.co — Setelah sebelumnya memperlihatkan penurunan yang cukup signifikan, namun Sabtu,(23/10) ini, geliat potensi penambahan kasus terkonfirmasi baru kembali mengintai daerah ini.
Sabtu ini, tercatat 2 penambahan kasus terkonfirmasi positif baru yang berasal dari kecamatan Tilatang Kamang dengan 1 penambahan pasien sembuh dari kecamatan Kamang Magek, sehingga total kasus aktif di kabupaten Agam kembali naik 1 poin, yakni 9 kasus dibanding dua hari terakhir.
9 kasus aktif yang masih tersisa saat ini masing-masing berasal dari kecamatan IV Koto 3 kasus, kemudian kecamatan Baso,Kamang Magek dan Tilatang Kamang masing-masing 2 kasus.
Seperti dijelaskan Yosefriawan, Asisten II Sekab.Agam selaku Koordinator Bidang Data-Sosialisasi Satgas Penanganan Covid-19 Agam, yang menyebutkan, potensi penambahan kasus terkonfirmasi baru masih sangat tinggi, jika masyarakat abai dalam menjalankan protokol kesehatan.
Ditambahkan Yosefriawan, angka kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam sendiri masih belum sepenuhnya bisa diposisi nol, karena masih ada penambahan kasus harian, walau angkanya sangat kecil, “ kita justru berharap, kabupaten Agam sudah zero case, “ sebutnya.
Asisten II Sekab.Agam itu menyebutkan, hingga Sabtu ini, total akumulasi kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam mencapai 7.801 kasus, dengan rincian 7.581 orang sudah dinyatakan sembuh, 211 orang meninggal dunia dan 9 kasus aktif.
“ Kami berharap, seluruh masyarakat tetap mengedepankan ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan termasuk mengikuti kegiatan vaksinasi sebagai upaya untuk meningkatkan kekuatan kelompok dalam memutus rantai penyebaran virus corona, “ sebut Yosefriawan lagi.
HARMEN/kaba12.com
Siberindo.co–Delegasi MAN Insan Cendekia Pekalongan (ICP) raih medali emas bidang ekonomi, pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2025. Olimpiade Sains Nasional
Siberindo.co—Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama mengajak para dosen untuk memanfaatkan program Riset
Siberindo.co – Perkumpulan Penulis Indonesia SatuPena terus berupaya memuliakan penulis melalui organisasi. Sekarang nilai ekonomi menulis makin berkurang. Hal itu disebabkan di
Oleh: Dr. Hendra Dinatha, S.H., M.H.*) Pendahuluan: PPP dalam Persimpangan Sejarah Baca Juga Ansor Sumbar: Kader Jangan Benturkan ke-Islaman dengan ke-Indonesiaan
Komentar