Pesisir Selatan, Siberindo
Akhir-akhir ini hasil tangkapan nelayan di Kampuang Pasir Gantiang, Pasir Tindih dan Kampuang Pulau Uba, Nagari Pulau Rajo, Kecamatan Air Pura, Pesisir Selatan, agak berkurang ikan yang berhasil ditangkap nelayan.
Para pemuka adat dan alim ulama setempat melakukan perenungan dan introspeksi, mungkin ada yang salah dikerjakan sehinga Allah SWT Yang Maha Pemberi tidak mencurahkan rezeki kepada nelayan disana.
Agar Allah SWT makin pemurah dan hasil tangkapan nelayan bertambah banyak, maka pemuka adat dan pemuka agama di Nagari Pulau Rajo mengadakan do’a tolak bala, Selasa (20/10) awal pekan ini. Panitia acara Tolak Bala mengundang Calon Bupati Pessel nomor urut 1, H. Hendrajoni, SH.MH.
Dengan memanjatkan doa dan zikir, para ulama dan tokoh adat berharap Allah SWT melimpahkan rezeki para nelayan dan menjauhkan bala dari para nelayan di Nagari Pulau Rajo.
Hamsah (58) “tuo pasie” (tetua nelayan) di Nagari Pulau Rajo mengucapakan terima kasih atas kehadiran Hendrajoni ikut menyemarakkan acara do’a bersama tolak bala.
“Selama kepemimpinan Bapak Hendrajoni menjadi Bupati Pesisir Selatan periode pertama telah mengaspal jalan ke kampung kami. Kini jalan kami telah mulus diaspal hotmix,” kata Hamsah.
Dalam kesempatan itu, Hendrajoni mengucapkan terima kasih kepada camat dan wali nagari serta masyarakat di tiga kampung ini, karena sudah diundang ke acara ritual Tolak Bala ini.
Ia juga berpesan kepada masyarakat semoga mematuhi kesepakatan bersama masyarakat, antara lain tidak boleh melaut pada hari Jumat, tidak boleh menebang kayu atau pohon pelindung di pantai, seperti pohon nibuang, bakau dan mangrove.
Apabila pelarangan menebang pohon ini dilanggar siap untuk menghadapi sanksi berupa denda yang telah disetujui.
Acara Tolak Bala dihadiri juga oleh Kapolsek, Koramil, Wali Nagari, Bamus, alim ulama, cadiak pandai, pemuda-pemudi dan tokoh masyarakat di kenagarian Pulau Rajo, Air Pura. (PB)











Komentar