oleh

Menunaikan Ibadah Untuk Mendulang Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Oleh: Prof.Dr.H. Asasriwarni, MH (Guru Besar UIN Imam Bonjol/Mustasyar PWNU Sumbar)

Dalil Rujukan: Diantara keistimewaan bulan Dzulhijjah adalah keutamaan beramal shalih di sepeuluh hari pertama.

Sebagaimana Allah SWT  berfirman dalam ayat di bawah : ”Demi waktu fajar.  Dan demi malam yang sepuluh.” (QS  Al-Fajr Ayat : 1-2).

Banyak ahli tafsir menjelaskan bahwa makna malam yang sepuluh dalam ayat tersebut diatas adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan Allah SWT  bersumpah dengan menyatakan bahwa sepuluh hari pertama itu memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni pahalanya melebihi pahala orang yang melakukan jihad fisabilillah .

Seperti apa yang disampaikan oleh : Al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menyebutkan dalam Tafsir beliau, yakni : Sepuluh malam yang dimaksud dalam ayat ini adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas, Ibnuz Zubair, Mujahid dan banyak lagi ulama dari kalangan Salaf dan Khalaf yang berpendapat demikian (Tafsir Ibnu Katsir, 8/390).

Baca Juga  Catatan Busyra Azheri; Putusan DKPP RI Nomor  86 Tahun 2020 Sudah Tepat

Demikian juga  Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma  berkata, bahwa :  Rasulullah SAW bersabda :.Tidaklah ada hari hari yang amal shaleh pada hari hari tersebut lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama dibulan dzulhijjah. Maka para sahabat bertanya, “wahai Rasulullah apakah (amal shalih tersebut) lebih Allah cintai dari pada jihad fi sabilillah ?”. beliau menjawab, “iya walupun dengan jihad fi sabilillah, kecuali sesorang yang keluar (berjihad) dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali setelah itu selamanya (syahid) (HR Bukhari No. 926, Abu Dawud No. 2438, dan  Ahmad Mo. 1968).

Kemudian dalam hadits yang lain juga disebutkan: “Tidak ada amalan yang paling utama disisi Allah ‘Azza wajalla, tidak juga lebih agung pahalanya daripada amalan yang dilakukan pada sepuluh hari (pertama) bulan dzulhijjah.” (HR.  Ad-Darimi, Irwaul Ghalil 3/398)

Baca Juga  “Poros Baru, Harapan Baru, Tantangan Baru”

Dalam riwayat Imam Ahmad juga sebutkan sbb : “Maka perbanyaklah padanya tahlil (mengucapkan laa ilaaha illallah), Takbir (mengucapkan Allahu Akbar), dan tahmid (mengucapkan Al Hamdulillah).”  (HR Ahmad No. 6154).

Terkumpulnya Inti Ibadah Pada Bulan Dzulhijjah :

Rahasia dibalik keagungan sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah adalah terkumpulnya inti ibadah pada hari hari tersebut. Hal tersebut dikemukakan oleh :

1. Al Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah Berkata :

Yang Nampak bahwasanya sebab istimewanya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah karena terkumpulnya induk induk ibadah didalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, haji yang tidak terkumpul pada hari hari yang lainnya  (Fathul Bari,  2/460)

2. Abu ‘Utsman An Nahdi Rahimahullah Juga Berkata Sbb :

Baca Juga  Puncak Tongging, Legenda Danau Toba, dan Lampu Pocong Kota Medan :Catatan Ilham Bintang

Mereka (salafus shalih) mengagungkan sepuluh hari yang tiga, yaitu sepuluh hari pertama dibulan muharram, sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah dan sepuluh malam yang akhir di bulan Ramadhan  (Ad Durul Mantsur Fit Tafsiril Ma’tsur 8/502)

Mengingat betapa luar biasanya keutamaan 10 hari  pertama di bulan Dzulhijjah, maka mari kita tunaikan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :

Barangsiapa mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya; tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang buruk, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa berkurang sesuatu pun dari dosa-dosa mereka. (HR. Muslim No. 1017).

Komentar

News Feed