oleh

Sapi Peliharaan Warga Agam, Calon Hewan Qurban Presiden Jokowi

Lubukbasung, siberindo — Sapi peliharaan warga Nagari Gaduik, kecamatan Tilatang Kamang, kembali menjadi calon kuat sebagai hewan qurban atas nama Presiden RI Joko Widodo, dalam rangkaian hari raya Idul Adha 1442 Hijriah mendatang. Sapi milik F.Dt.Palindih berjenis simental, dengan bobotnya mencapai 1,3 ton, berusia sekitar 4 tahun ini, sudah masuk dalam daftar calon hewan qurban yang akan disembelih Presiden, yang saat ini dalam proses pemeriksaan labor secara intensif.
Baca Juga  Rektor UNP Ganefri Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024 Tetap Sesuai Jadwal
Hal itu dijelaskan Ir.Arief Restu,Msc, Kepala Dinas Pertanian Agam, yang menyebut sapi itu diusulkan jadi hewan qurban Presiden Joko Widodo, dan sampel darahnya sudah diambil untuk dilakukan pemeriksaan, “saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan labor dari tim Pemprov Sumbar,” ujarnya.
Ditambahkan Arief Restu, dari segi bobot, terangnya, sapi ini terberat dibanding sapi dari daerah lain di Sumatera Barat, sehingga jadi calon terkuat untuk jadi hewan kurban presiden tahun ini, “ jika sapi itu terpilih dan ditetapkan sebagai hewan qurban oleh Presiden, maka dalam 5 tahun terakhir sudah 3 ekor sapi warga Agam menjadi hewan qurban orang nomor satu di republik ini, sebelumnya tahun 2017 dan 2019, “ jelasnya.
Baca Juga  Ansor Pasaman Barat Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama, Perbedaan Jadikan Kekuatan
Disebutkan Arief Restu, terpilihnya salah satu sapi asal kabupaten Agam itu, menjadi kebanggaan bahkan menjadi prestasi tersendiri bagi daerah ini, malah semakin mengukuhkan eksistensi kabupaten Agam sebagai penghasil ternak terbaik dan berkualitas di Sumatera Barat. Kadinas Pertanian Agam itu menambahkan, khusus, peternakan sapi yang dikelola F.Dt.Palindih, di Nagari Gaduik, kecamatan Tilatang Kamang itu, tergabung dalam kelompok tani Harimau Agam, yang mengembang-kan peternakan sai jenis Simental, PO, Limousin dan FH yang sudah terkoordinasi dengan baik, termasuk dengan manajemen peternakan yang professional, yang saat ini, sekitar 80 ekor sapi dipelihara secara khusus.
Baca Juga  Ketua LKAAM Sumbar Dr. FB Dt. Nan Sati; Demi Kepastian Hukum Tanah Ulayat Harus Disertifikatkan
HARMEN/kaba12.com

Komentar

News Feed