Solok, Siberindo
Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu berhasil memenangkan gugatan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) Kabupaten Solok yang disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pembacaan keputusan atas kemenangan Pasangan Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu disampaikan oleh Majelis Hakim MK, dalam sidang di MK, Senin (22/3).
Dengan demikian sudah dipastikan pasangan Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu inilah yang akan memimpin Kabupaten Solok untuk 5 tahun kedepan. Sebelumnya, gugatan ke MK diajukan oleh pasangan Nofi Chandra-Yulfadri Nurdin yang kalah selisih suara kurang dari satu persen dari Epyardi Asda-Jon Pandu.
Mendapat kabar kemenangan ini, Epyardi yang baru saja pulang dari ladangnya, langsung sujud syukur dan mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih kepada tim pemenangan dan masyarakat Kabupaten Solok yang telah bekerja keras untuk memenangkannya dalam Pilkada Solok.
“Saya tidak akan lupakan semua yang berjuang itu. Saya ada karena mereka. Epyardi ada untuk masyarakat Kabupaten Solok,” kata mantan Anggota DPR RI itu.
Terkait program 100 hari, Epyardi mengatakan yang menggunakan istilah Program 100 Hari itu adalah Presiden. Sementara mulai gubenur, bupati dan walikota tidak mungkin punya Program 100 Hari sebab menyangkut dengan aturan bahwa kepala daerah baru bisa mengganti SDM di OPD setelah 6 bulan berjalan. “Selama 6 bulan itu OPD belum bisa dirotasi, bagaimana mau mengejar Program 100 Hari,” katanya.
Namun demikian Epyardi berjanji sehari setelah dilantik, dirinya akan memanggil kepala OPD. “Begitu saya dilantik, besoknya semua kepala OPD akan saya panggil. Saya akan tempatkan satu eskavator di setiap kecamatan. Eskavator itu bisa dipergunakan oleh setiap Wali Nagari untuk membuka jalan baru irigasi dan lain sebagainya, ” kata Epyardi Asda kepada PilarbangsaNews jaringan Siberindo.Co di kediaman pribadi Epyardi di Singkarak, Senin (22/3) sore.
Menurut Epyardi, jalan atau irigasi yang sudah dibuka dengan eskavator, langsung dimasukkan dalam usulan Muresbang untuk dilanjutkan pembangunanya dengan biaya ABPD Kabupaten Solok.
Program kedua yang segera bakal dilakukan oleh Bupati Epyardi adalah memerintahkan Kepala Dinas Pertanian untuk membuka lahan yang digunakan untuk pembibitan. Bibit berbagai tanaman itu nantinya diberikan secara gratis kepada masyarakat.
“Saya ingin nantinya setiap satu nagari atau kecamatan memiliki satu produk unggulannya, mungkin buah buahan atau kerajinan dan lainnya, ” ucap Epyardi Asda. (pb)











Komentar