oleh

264 CPNS Kota Pariaman Terima SK PNS, 1 Orang Non-Muslim

PARIAMAN, Siberindo.co—Sebanyak 264 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah kota Pariaman menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi Tahun 2018. SK diserahkan  Walikota Pariaman Genius Umar  bertempat di halaman Balaikota Pariaman,  Senin (22/2/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Seorang diantara CPNS yang diserahkan SK-nya oleh Walikota Pariaman bernama Wiska Kuslyan beragama Kristen Protestan yang mendaftar CPNS tahun 2019. Wiska lulusan Farmasi Ranah Minang Padang dari etnis Nias, kelahiran Bukittinggi 9 Oktober 1996.  Wiska ditempatkan di RSUD. dr. Sadikin Kota Pariaman mengakui tidak ada perlakuan istimewa maupun dikucilkan oleh pihak tertentu dalam bertugas. “Biasa saja, sama seperti dengan kawan-kawan lain. Meski saya tidak memakai pakaian muslimah (jilbab), tidak ada yang mempermasalahkan. Saya dan teman-teman akrab sebagaimana hubungan silaturrahmi yang sudah terbina baik sejak ditempatkan di RSUD dr. Rasidin,” kata Wiska.

Usai dilantik secara massal di halaman Balaikota Pariaman, Wiska tampak berangkulan dengan CPNS perempuan lain  berpakaian jilbab. Mereka tampak gembira karena sudah 100 persen jadi PNS di Pemko Pariaman.

Walikota Pariaman Genius Umar dalam pengarahannya menyebutkan, selamat kepada 264 PNS formasi tahun 2018. Pengangkatan ini patut disyukuri, karena tidak semua orang diterima sebagai CPNS. Dari beribu-ribu bahkan jutaan yang melamar, mereka ini yang terpilih. Tentunya, rasa syukur ini harus diwujudkan melalui bekerja dengan baik, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, yang dilandasi dengan spritualitas, profesionalitas, integritas, loyalitas tinggi dan penuh rasa tanggung jawab, “ ungkapnya.

Baca Juga  Percepat Capaian 'Herd Immunity', Warga Nagari Koto Gadang VI Koto Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Pengangkatan PNS bukan sekedar untuk mengisi kebutuhan formasi yang tersedia, namun juga meningkatkan kinerja pegawai yang bersangkutan. Ditengah – tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, kini profesi PNS menjadi idaman bagi sebagian masyarakat. Meskipun mereka mengatahui bahwa insentif yang diterima seorang PNS tergolong kecil dibangingkan seorang profesional.

“Dengan bergabungnya para PNS pada dinas masing – masing, hendaknya bisa mewarnai dan memberikan kemajuan pada dinas tersebut. PNS ini adalah orang – orang yang baru saja menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang baik. Untuk itu dengan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah, bisa diterapkan saat menjadi ASN di Kota Pariaman, “ tambahnya.

Baca Juga  SPCovid-19 Agam Kaji WFH, M.Dt.Maruhun : Sesuai PPKM Mikro 25 Persen Masuk Kantor

Menjadi seorang abdi negara tidaklah mudah. Melainkan justru semakin berat, apalagi pada masa pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Ini merupakan suatu tantangan bagi ASN karena harus tetap keberja dengan resiko yang cukup tinggi.

“ASN harus memahami tata administrasi perkantoran, tata naskah dinas, kearsipan, meningkatkan kinerja, kemampuan leadership harus selalu ditampilkan sehingga kinerja masing – masing instansi meningkat dan secara tidak langsung akan membawa Kota Pariaman lebih baik dan maju lagi kedepannya, “ tutupnya. (sitinjausumbar.com/at)

Komentar

News Feed