Tiku, siberindo.co — Program Jumat Bersih di wilayah Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara berlanjut. Jumat, (22/10), puluhan warga bersama siswa SMKN 1 Tanjung Mutiara kembali membersihkan tumpukan sampah di sepanjang jalan menuju kompleks sekolah kejuruan di Tiku tersebut.
Program Jumat Bersih yang dihadiri para siswa SMKN 1 Tanjung Mutiara bersama Bhabin Kamtibmas Nagari Tiku Selatan, Walijorong Pasia Tiku, ketua dan para pemuda setempat kembai mengikis habis tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.
Pembersihan sampah di lokasi yang sama, sudah cukup sering dilakukan warga, karena di wilayah itu tidak ada tempat pembuangan sampah termasuk pola pembersihan onggokan sampah yang tidak rutin dilakukan, sehingga sampah yang banyak dibuang warga di lokasi itu berserakan bahkan mengundang bau tak sedap.
Program Jumat Bersih itu, menurut pj.walinagari Tiku Selatan Weri Ikhwan, merupakan agenda rutin dalam nagari tersebut, yang memfokuskan perhatian terhadap beberapa lokasi yang harus menjadi perhatian semua masyarakat.
Diakui Weri Ikhwan, pembersihan tumpukan sampah di jalur jalan menuju kompleks SMKN 1 Tanjung Mutiara itu sudah cukup sering dilakukan, namun setiap dibersihkan, sampah akan kembai berserakan karena di wilayah itu tidak ada bak pembuangan sampah dan proses pengambilan sampah rutin.
Disebutkan Weri Ikhwan, pengelolaan sampah di wilayah Tanjung Mutiara, khususnya dalam di Nagari Tiku Selatan menjadi perhatian serius, dan diharapkan Pemkab.Agam bisa turun tangan untuk mencari solusi untuk mengantisipasi dampak tumpukan sampah di kawasan itu.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar