Padang, Siberindo
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berencana menyiapkan beberapa hotel di Kota Padang, untuk dijadikan tempat karantina bagi tenaga kesehatan masyarakat yang terpapar Covid-19 ringan.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyebutkan dengan hadirnya karantina di hotel ini, maka bagi pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri akan dimasukkan ke dalam hotel tersebut, untuk dikarantina.
“Tujuannya agar tidak menyebar di rumah, karena di rumah tidak siap dengan sarana pra sarananya,” ungkap Irwan Prayitno, Rabu (21/10) seperti dikutip PilarbangsaNews grup Siberindo.Co.
Irwan Prayitno menambahkan, hotel yang disiapkan untuk karantina positif Covid-19 ini, nantinya hotel bintang II dan bintang III. Hotel bintang II dijadikan untuk tempat pasien umum dan bintang III untuk tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.
“Kita sedang siapkan prosesnya. Saya bersama Kapolda Sumbar rapat dengan Kepala BNPB terkait rencana karantina di hotel ini,” terangnya.
Irwan Prayitno menyatakan, mulai hari ini Sumbar tidak lagi kekurangan fasilitas untuk karantina dan isolasi. Asrama Haji Padang menurutnya, juga Kamis (22/10) kemungkinan sudah siap dioperasikan untuk tempat karantina dengan kapasitas 200 lebih tempat tidur. Tenaga kesehatannya sudah diambil dari beberapa tempat. Begitu juga rumah sakit, sudah bertambah 68 tempat tidur.
Langkah-langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemprov Sumbar mendapat apresiasi dari Sekretariat Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah. “Penanganan Covid-19 di Sumbar sangat bagus. Apalagi test swab dilakukan dengan biaya gratis. Angka yang terpapar Covid-19 saat ini cukup tinggi di Sumbar, ini karena test swab yang dilakukan semakin banyak. Ini sangat baik sekali,” ungkapnya.
Terkait rencana menyiapkan hotel untuk tempat karantina, Harmensyah menyatakan BNPB siap menyediakan sarana dan prasarana pendukungnya. “Silahkan cari hotel bintang II dan III. Nanti kita siapkan fasilitasnya. Pemprov Sumbar tidak perlu repot-repot lagi cari dan bangun rumah sakit darurat,” terang dia. (PB)











Komentar