Komisi III DPRD Agam Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Padang Tarok
Padangtarok, siberindo.co — Kesadaran masyarakat akan wisata Kabupaten Agam semakin meningkat. Salah satunya di jorong Titih, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso. Bahkan, untuk penggarapan awal, warga bergotong royong dan telah menghabiskan dana Rp 200 juta.
Komisi III DPRD Kabupaten Agam, turun langsung ke lokasi, menampung aspirasi masyarakat terkait pengembangan kawasan wisata yang digagas oleh masyarakat nagari Padang Tarok itu, dengan membentuk Pokdarwis ‘Sabai Nan Aluih’ Nagari Padang Tarok. Selain itu, upaya masyarakat juga mendapat dukungan dari perantau.
“Kunjungan kami ini merupakan aspirasi yang disampaikan oleh Anggota Komisi III yakni Doddi ST. Beliau menyampaikan bahwasannya perlu dukungan anggaran dalam pengembangan wisata in. Untuk itu, kami lihat secara langsung ke lokasi bersama Kadis Pariwisata dan psrangkat daerah lainnya,” ujar Aderia, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Agam.
Sampai saat ini, lanjutnya, dana yang digunakan untuk pengembangan lokasi ini, masih bersumber dari swadaya masyarakat. Warga telah mengeluarkan dana hingga Rp 200 juta untuk pengembangan wisata di lokasi setempat.
“Semangat yang luar biasa dari masyarakat yang telah menghabiskan dana lebih kurang Rp 200 juta. Ini tentu butuh support yang maksimal juga. Kami Komisi III DPRD Agam, mendukung secara penuh program ini, akan tetapi perlu kita garis bawahi setiap pelaksanaan pembangunan harus ada perencanaan yang matang, maka dari itu perlu kesepakatan bersama untu saling bergandengan tangan antara pokdarwis, pemerintahan nagari, pemda serta peran penting dari DPRD dalam penganggarannya,” ungkapnya, saat dihubungi KABA12.com, Rabu (22/09).
Dalam perencanannya, cukup banyak spot yang dapat dijadikan titik pengembangan wisata. Diantaranya, negri di atas awan, area camping, agro wisata, area menembak, home stay, pusat kuliner, wisata buah dan area olah raga panah.
Bahkan, tidak kalah penting akan dikemas pusat pengembangan budaya, pusat randai, panitahan dan balairuang serta rumah adat.
“Ini tentunya akan menjadi salah satu potensi besar bagi pariwisata Agam. Kami Komisi III dan Pak Doddi, sebagai putra daerah Padang Tarok, akan terus memperjuangkan agar kegiatan ini didukung oleh Pemda, baik Pemerintah Kabupaten Agam, Pemerintah Provinsi Sumbar dan pemerintah pusat. Namun tetap didasari dengan auran aturan yang berlaku, “ujarnya.
(Ophik/KABA12.com)











Komentar