Lubukbasung, siberindo.co — Kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam sudah semakin melandai menyusul semakin rendahnya angka penambahan kasus terkonfirmasi positif baru. Bahkan saat ini, tersisa 126 kasus aktif yang masih dalam penanganan medis.
Update data Satgas Penanganan Covid-19 Agam, Rabu,(22/9), di kabupaten Agam tidak ada penambahan baru positif baru, dengan 7 pasien yang dinyatakan sembuh dan 1 warga meninggal dunia asal kecamatan Malalak.
Seperti dijelaskan Yosefriawan, Asisten II Sekab.Agam, selaku Koordinator Bidang Data-Sosialisasi Satgas Penanganan Covid-19 Agam, yang menyebutkan penambahan 7 pasien sembuh Rabu ini yang berasal dari kecamatan Lubukbasung, Banuhampu dan IV Angkek masing-masing 2 orang, dan 1 orang dari kecmataan Baso.
Yosefriawan menambahkan, walau jumlah pasien sembuh semakin tinggi,namun kabupaten Agam masih diselimuti kabut duka, menyusul adanya penambahan 1 warga yang meninggal dunia akibat keganasan virus corona dari kecamatan Malalak, sehingga total warga Agam yang meningal dunia akibat Covid-19 sudah mencapai 207 orang.
Ditambahkan, hingga Rabu ini, total akumulasi kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam, sudah mencapai 7.751 kasus, dengan rincian 7.481 orang sudah dinyatakan sembuh, 207 orang meninggal dunia dan 126 kasus aktif, masing-masing 7 orang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 dan 119 orang menjalani isolasi mandiri.
“ Walau makin melandai, namun masyarakat dituntut untuk selalu waspada, dan menerapkan kebiasaan baru dalam aktivitas harian dengan menjalankan protokol kesehatan. Selalu pakai masker, jaga jarak aman, hindari kerumuman dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang bersama, dengan itu, upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 akan terlaksana, “ sebut Yosefriawan lagi.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Ombudsman Republik Indonesia memperkuat sinergi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penyelenggaraan
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur
Komentar