oleh

Mahyeldi Sebut Stok BBM Stabil, Distribusi Masih Perlu Perbaikan

sumbar.siberindo.co – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mendorong pembenahan distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Selain memastikan ketersediaan stok, pengawasan di lapangan dinilai perlu diperkuat untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan yang berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat membuka Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Tambahan Transfer ke Daerah di Auditorium Gubernuran, Selasa (21/07/2026).

Mahyeldi mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina, stok BBM di Sumbar sebenarnya tersedia. Namun, distribusi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami sudah rapat dengan BPH Migas dan Pertamina. Ternyata stok BBM ada, tetapi distribusinya memang masih terkendala,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  1.786 Kelompok Penerima Manfaat KPM Bukittinggi, Terima BST Tahap XII dan XIII

Menurut Mahyeldi, hasil pemantauan di lapangan masih menemukan sejumlah praktik yang diduga menjadi penyebab distribusi BBM bersubsidi belum berjalan optimal. Di antaranya penggunaan satu barcode untuk beberapa kendaraan serta kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk memperoleh BBM melebihi ketentuan.

Menyikapi kondisi tersebut, Mahyeldi mengusulkan agar pengawasan di SPBU diperkuat melalui kolaborasi antara Pertamina, BPH Migas, TNI, dan Polri. Menurutnya, pengawasan yang lebih optimal diperlukan agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Baca Juga  Dari Revitalisasi Kawasan Jenjang Seribu di Bukittinggi Kejaksaan Selamatkan Uang Negara Hingga Milliaran

“Kami menyarankan Pertamina dan BPH Migas bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk mengawasi SPBU,” lanjutnya.

Mahyeldi berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pertamina, BPH Migas, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga distribusi BBM di Sumbar berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh daerah.

News Feed