oleh

Yopi Krislova; Miskomunikasi, Tak Wajib Seminar Berbayar yang Diadakan PWI Sumbar!

Yopi Krislova; Miskomunikasi, Tak Wajib Seminar Berbayar yang Diadakan PWI Sumbar!

PADANG, SIBERINDO – Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova membantah bahwa tidak benar diwajibkan para guru SD dan SMP se kota untuk mengikuti seminar bertajuk Inspiring Teacher. Itu hanyalah miskomunikasi’ sehingga dianggap wajib ikut.

Hal itu ditegaskan Yopi saat dikonfirmasi tvOnenews.com, Selasa sore (20/6/2023). Bagaimana baiknya acara ini Kepala Dinas akan rapatkan lagi.
Informasi berkembang, Jumat, 23/06 besok Kepala Dinas akan dipanggil DPRD kota Padang.

Sebelumnya media Siberindo Minggu 18/06 telah memberitakan rencana kegiatan seminar dan workshop berbayar yang ditentang Wartawan Senior Khairul Jasmi.

Dengan judul, “PWI Sumbar Adakan Seminar Berbayar, Khairul Jasmi; Guru Sengsara Sejak Dulu”.
Pemimpin Redaksi Singgalang dan Komisaris Semen Padang ini meminta jika mau diadakan juga gratiskan. Jika berbayar tak usah. Sudahlah dari dulu guru sengsara terus, sebut Khairul Jasmi.
Berita yang diapungkan Siberindo Sumbar, Jejaring Semangatnews sampai saat ini tidak menerima bantahan atau klarifikasi dari pihak terkait seperti PWI Sumbar dan Wako Padang yang fotonya terpajang pada brosur rencana kegiatan tersebut.

Baca Juga  PERBUP LAHIR MENJELANG 3 HARI JASMAN RIZAL AKHIRI JABATANNYA

Siberindo Sumbar, mendapat foto surat permohonan dari Indonesia Inspiring Teacher yang ditujukan kepada Wako Padang terlihat lambang PWI dan juga TV One. Kontribusi TV One Padang saat dikonfirmasi terkejut. Saya tidak tau. Namun untuk klarnya saya tanya ke Jakarta, jawab Yudi singkat.

Tidak Wajib

Kepala Dinas Pendidikan Padang lebih jauh mengatakan, Inspiring Teacher diadakan untuk meningkatkan kompetensinya melalui seminar dan workshop namun tidak diwajibkan. Dari kemaren sudah saya sebutkan ini tidak wajib namun salah informasi,” papar Yopi.

Katanya, untuk menjalankan kurikulum merdeka guru-guru di Padang memang belum banyak yang mendapatkan kursus-kursus dalam kurikulum merdeka ini. Terkait adanya dalam blangko pendaftaran jika tidak ikut menuliskan alasannya itu juga tidak benar.

Baca Juga  2.000 Lebih Sapi Dikurbankan di Padang Pariaman

“Jika memang tidak ikut ya ngapain juga membuat alasan tidak ikut. Sama halnya dengan orang yang tidak sakit kenapa harus bikin surat keterangan kalau dia tidak sakit, mungkin begitu. Jadi intinya kami (Dinas Pendidikan) tidak pernah mewajibkan agar para guru untuk ikut dalam acara tersebut,” tegas Yopi lagi.

Lebih lanjut Yopi menjelaskan jika Inspiring Teacher ini memang kita minta guru-guru yang terdirid dari ada yang ASN dan PPPK atau Non ASN. Dan kegiatan ini untuk membuat perubahan ’behaviour’ atau prilaku melalui kurikulum merdeka.

“Tapi yang jelas ini kami rapatkan kembali acaranya, seperti apa baiknya,” singkat Yopi lagi. Inspiring Teacher ini diadakan oleh Pemko Padang yang bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Sumatera Barat serta dengan salah satu ivent organizer. Dengan target peserta 10 ribu orang guru yang ada di Padang, tutup Yopi Krislova.

Baca Juga  Ketua DPRD Agam Dampingi Sandiaga Uno ke Sungai Batang, Saksikan Kebolehan Silek

Berdasarkan ‘Manual Book’ yang beredar di kalangan SD dan SMP se Kota Padang, ivent Inspiring Teacher bakal digelar pada 6 hingga 8 Juli 2023. Yang menghadirkan narasumber dari tingkat nasional seperti Walikota Padang, Hendri Septa, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Kak Seto Mulyadi, Motivator, Dosen dan Penulis Buku Hery Margono dan Wakil Direktur School Of Human & Co Founder Pabrik Guru, Usayn Muhyideen Ali.

Acara tersebut untuk para peserta yang terdiri dari guru-guru dilakukan secara daring selama tiga hari dengan target 10.000 peserta. Sedangkan secara luring atau tatap muka diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari Walikota dan Wakil Walikota serta pejabat setempat dengan lokasi di salah satu hotel Kota Padang.**

News Feed