Maninjau, siberindo.co — Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) se- Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengikuti bimbingan teknis penyusunan paket wisata yang digelar Direktorat Pengembangan Destinasi I, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf RI, Selasa (22/3).
Kegiatan ini digelar selama dua hari Selasa dan Rabu (22-23/3) di aula Nagara Bhakti Kantor Camat Tanjung Raya.
Bimtek kali ini juga diikuti oleh pengurus BUMNag dan perangkat nagari se Kecamatan Tanjung Raya, serta menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pelaku usaha pariwisata, dan praktisi desa wisata.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi dalam sambutannya mengatakan, bimbingan teknis ini merupakan peluang bagi seluruh nagari wisata di Salingka Danau Maninjau untuk mengembangkan destinasi pariwisatanya masing-masing. Terutama tentang pengelolaan desa wisata melalui paket wisata di KSPN Danau Maninjau.
“Dalam pengembangan desa wisata ini kita semua harus berkolaborasi terutama pokdarwis, BUMNag, dan pemerintah nagari untuk mengelola potensi wisata yang ada di setiap nagari,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Kecamatan Tanjung Raya sangat lengkap dengan potensi destinasi wisata, sehingga pengelolaannya diharapkan dapat berjalan secara maksimal.
“Makanya kolaborasi dan kekompakan antar seluruh lembaga sangat penting dilakukan dalam dunia pariwisata agar dapat memberikan multiplier effect dari pengelolaan destinasi wisata,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi, Direktorat Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf RI, Ali Nurdin menyebutkan, saat ini Kemenparekraf RI telah melakukan kolaborasi dengan berbagai lembaga yang bertemakan pentahelix dalam mendukung pengembangan pariwisata.
Ia menambahkan, Kemenparekraf RI juga ikut terlibat dalam mendukung program penyelamatan danau prioritas nasional melalui pengembangan desa wisata. Salah satunya memberikan pelatihan atau bimbingan teknis kepada pengurus Pokdarwis di Salingka Danau Maninjau.
“Selain sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional/KSPN, Danau Maninjau juga masuk ke dalam daftar 15 danau di Indonesia dan telah terdaftar pada Perpres Nomor 60 tahun 2021 tentang penyelamatan danau prioritas nasional. Sehingga kita turut ikut terlibat dalam mendukung program tersebut melalui pengembangan desa wisata,” jelasnya.
Menurut Ali, pengembangan desa wisata menjadi suatu upaya untuk melaksanakan strategi dalam meningkatkan daya saing destinasi dan industri pariwisata yang didukung penguatan rantai pasok dan ekosistem pariwisata.
Ia menyebut, tujuan pengembangan desa wisata adalah untuk menumbuhkan desa wisata yang berkembang menjadi maju hingga mandiri, sehingga nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta menghasilkan nilai tambah perekonomian masyarakat.
“Kami berharap segala potensi wisata yang dimiliki oleh 9 nagari di Salingka Danau Maninjau ini dapat dioptimalkan dengan baik, seiring dengan dibukakannya paket wisata bagi setiap nagari,” katanya.
(Bryan/KABA12.com)










