Lubukbasung, Siberindo.co — Sebanyak 62 orang anggota rombongan LKSA Aisyiah Sungai Janiah, Talu, kabupaten Pasaman Barat gelar studi tiru ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubukbasung, Selasa, (21/12).
Studi tiru yang dipimpin M.Naim, S.Pd (ketua), Refiardi, S.Sy (Wakil Ketua) Rifki Yuhaldi, (Sekretaris) dan Yondrizal, SH, S.sos, MH (bendahara) itu, untuk mengenal lebih dekat dan mempelajari kemajuan panti asuhan putra Muhammadiyah Lubukbasung dalam berbagai aspek.
Rombongan studi tiru LKSA Aisyiah Sungai Janiah, Talu, Pasbar itu disambut ketua Panti Asuhan Putra Muhammadiyah H. Dabesri Bara bersama para pengurus lain yang dijamu di aula Panti Asuhan Putra Muhammadiyah tersebut.
Menurut Juliardi, pengurus Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubukbasung, kunjungan LKSA Aisyiah Sungai Janiah, Talu itu, merupakan salah satu wujud silaturahmi yang dijalin selama ini.
Rombongan yang menggunakan 2 armada bus yang membawa 62 anggota rombongan yang terdiri dari Panti Asuhan Putra dan Putri di LKSA Aisyiah Sungai Janiah itu, banyak berdiskusi terkait dengan program pembinaan, manajemen, dan sistim yang diterapkan dalam mendidik anak-anak, yang selama ini sudah banyak yang sukses.
Ditambahkan Juliardi, rombongan dijadualkan menggelar silaturahmi hingga Selasa sore yang diisi dengan kegiatan lain, shalat berjamaah dan makan bersama serta peninjauan lokasi asrama.
sumbar.siberindo.co – Implementasi dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) untuk percepatan penanganan pascabencana membuahkan hasil
sumbar.siberindo.co – Manajemen konflik adalah proses terarah untuk mengelola, meredakan, dan mengatasi perselisihan secara bijaksana dan efektif agar pihak-pihak yang terlibat dapat
sumbar.siberindo.co – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menyambut positif gagasan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tengah menguji coba kebijakan penempatan aparatur sipil
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi sebagai
DENPASAR — Rencana ambisius pemerintah mendirikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) kini dibayangi kecemasan. Baca Juga Idul Adha 1442 H, Indo Jalito
Komentar