oleh

Lagi, Ribuan Ikan KJA di Danau Maninjau “Memutih”

Maninjau, siberindo.co — Ribuan ikan keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam kembali mengalami kematian massal. Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, kematian ikan budidaya jenis nila dan mas itu terjadi di Nagari Tanjung Sani dan Nagari Bayua pada Minggu (19/12) kemarin.
“Iya, kematian ikan massal kembali terjadi pada bulan Desember ini. Ada dua titik lokasi yang mengalami kematian ikan yaitu Nagari Tanjung Sani dan Nagari Bayua,” kata Camat Handria Asmi kepada KABA12.com, Selasa (21/12).
Baca Juga  Sekjen Kemlu Denny Abdi Dukung Penuh Internasional Minangkabau Literacy Festival 2026
Ia mengatakan, lokasi terparah yang mengalami kematian ikan terjadi di Jorong Sungai Tampang dan Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani. Menurutnya, salah satu faktor penyebab kematian ikan secara mendadak karena kekurangan oksigen akibat cuaca ekstrim yang melanda sejak beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat endapan sedimen sisa pakan ikan dan zat beracun lainnya naik ke permukaan. “Kurangnya kadar oksigen di dalam danau biasa disebut dengan istilah fenomena upweeling atau pembalikan massa air. Sebelum mati, ikan-ikan itu akan mengalami pusing dan mengawang ke permukaan danau,” ujarnya.
Baca Juga  Kasus Remunirasi Nakes RSUD Lubukbasung, Dinkes Agam Tunggu Direktur
Handria menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah dan kerugian akibat kematian ikan tersebut. Namun kematian ikan di Nagari Tanjung Sani diprediksi mencapai sebanyak 200 ton. “Untuk data pastinya kita belum dapat dari Dinas Perikanan. Namun diperkirakan kematian ikan di Nagari Tanjung Sani mencapai 200 ton,” ungkapnya. Ia mengakui, kematian ikan secara massal ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi di bulan Desember 2021. Dimana sebelumnya kematian ikan juga terjadi di sejumlah nagari, seperti Koto Kaciak, Koto Gadang VI Koto, Koto Malintang, Sungai Batang, dan Tanjung Sani.
Baca Juga  Romi Saputra Tuanku Katik Mudo Terpilih Jadi Ketua Tanfizdiyah MWCNU Batipuh Tanah Datar
Pihaknya juga menghimbau para petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau karena akan menambah beban pencemaran lingkungan. “Kita sudah himbau petani KJA agar tidak membuang bangkai ikan KJA ke danau, tapi dikubur di darat untuk mencegah pencemaran. Upaya itu mesti dilakukan sebagai wujud menjaga kelestarian lingkungan Danau Maninjau,” jelasnya. (Bryan/KABA12.com)

Komentar

News Feed