Nasrul Abit Berpalangkahan; Sukses MTQN Adalah juga Sukses LPTQ Sumbar
SUMBAR, Siberindo-Keberhasilan Sumbar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-28 adalah sebuah prestasi gemilang duet kepemimpinan Irwan Prayitno- Nasrul Abit. Toresan tinta emas untuk LPTQ Sumbar.
Setidaknya ini sebuah kado terindah bagi mereka berdua diakhir jabatannya sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar.
Bagi Irwan adalah lakek tangan terakhir menoreskan prestasi yang membanggakan. Sedangkan bagi Nasrul Abit langkah awal yang elok untuk menapaki Sumbar yang lebih baik ke depannya.
Nasrul Abit membuat perencanaan, sepertinya mempunyai “palangkahan” yang baik. Selalu berhasil.
Mari kita silau sejenak ke belakang. Tatkala Ia maju di Pesisir Selatan. Tak mau langsung menjadi orang nomor satu, melainkan bergandeng dengan Darizal Basir yang telah sukses periode sebelumnya.
Nasrul Abit masuk ke gelanggang politik pada tahun 2000. Ia menjadi tandem dan berpasangan dengan Darizal Basir dan menang. Duduk sebagai wakil bupati Pesisir Selatan periode 2000-2005 adalah memudahkan langkah berikutnya untuk merebut kursi Bupati.
Ternyata benar. Nasrul Abit yang berpasangan dengan Syafrizal Ucok untuk periode 2005-2010 menang mudah dari calon lainnya.
Ia bahkan sukses untuk periode kedua dengan hanya mengganti wakil. Karena Syafrizal Ucok menyatakan maju sebagai calon Bupati Pessel.
Periode kedua 2010-2015 Nasrul Abit ditemani wakilnya Editiawarman.
Selanjutnya Nasrul Abit, anak Nelayan Air Haji ini, pada pilkada gubernur Sumbar 2015- 2020 diajak maju dan berpasangan dengan Irwan Prayitno yang juga telah berhasil pada periode pertama; 2010-2015.
Inilah palangkahan penuh perhitungan yang dilakukan Nasrul Abit. Ketika maju di Pessel di mulai sebagai wakil. Maju untuk pemimpin Sumbar juga dimulai dari Wakil gubernur.
Peluang untuk maju sebagai calon gubernur terbuka lebar, karena Irwan tidak boleh mencalon dan dicalonkan lagi berdasarkan undang-undang Pilkada. Ia sudah dua periode 2010-2020.
Dipenghujung masa bhakti mereka berdua (IP-NA), masih memberikan yang terbaik untuk Ranah Minang. MTQ Nasional ke 28 tidak hanya sukses pelaksanaan tetapi juga sukses hasil yang membuahkan Sumbar keluar sebagai juara umum. Prestasi dan prestise ini siapa yang berani membantah?
Keberhasilan Sumbar tentu tak bisa dilepaskan dari peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumbar, yang dipimpin Nasrul Abit.
“Alhamdulillah, perjuangan kita semua berbuah hasil melebihi keinginan. Kita targetkan lima besar, justru dapatnya juara umum, sebutnya Ketua LPTQ Sumbar Nasrul Abit yang sedang cuti Pilkada 2020 . Ia cuti karena ikut Pilkad Sumbar periode 2020- 2025 berpasangan dengan Dr. Indra Catri.
Ketika dihubungi Semangatnews.com, jaringan Siberindo.co, usai penutupan MTQ, Jumat (20/11/2020), Nasrul Abit sangat bersyukur atas prestasi Sumbar tersebut. Ini, kebanggaan kita semua. “Karena basamo mangko manjadi”, tukasnya
Dikatakan, LPTQ Sumbar, memang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang dan terukur. Sebab, momentum sebagai tuan rumah bukan kesempatan yang datang dengan mudah alias sangat langka terjadi.
“Sudah 37 tahun kita menunggu agar bisa jadi tuan rumah lagi. MTQ sebelumnya tahun adalah tahun 1983 dengan gubernurnya Azwar Anas.
Alhamdulillah diberi kesempatan lagi sekarang, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Itu saja kata kuncinya yang selalu kami sampaikan pada tim di LPTQ,” tutur Nasrul Abit.
Pelaksanaan MTQ kali ini berlangsung di tengah pandemi covid-19. Pemprov Sumbar juga mesti berbagi fokus dalam pelaksanaan acara nasional, sembari tetap memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.
“Juara umum ini berkah bagi kita semua di tengah wabah. Semoga setelah ini, kita juga berhasil menangani Covid-19 dengan lebih baik. Segera pulihkan ekonomi menuju Sumbar yang lebih unggul dan merata,” ujar Calon Gubernur Sumbar itu.
Dari semua itu Nasrul Abit dengan nada tulus menyampaikan kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pelaksanaan MTQ ke-28 di Ranah Minang.
Terlebih permohonan maaf kepada seluruh kafilah dan tamu selama pelaksanaan MTQ, bila ada yang kurang terlayani. Sumbar sebagai tuan rumah menyadari; tak ada gading yang tak retak, tak ada piring yang tak pecah dengan alek nasional sebesar ini.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Agama dan jajaran, Bapak Gubernur dan jajaran, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Tim kita di LPTQ Sumbar, panitia secara umum, niniak mamak alim ulama dan bundo kanduang, anak kamanakan, seluruh masyarakat.
Lebih khusus untuk anak-anak kita rombongan kafilah Sumbar yang prestasinya sangat membanggakan kita semua.(Zln)











Komentar