oleh

Kasus Covid-19 di Agam Melandai, Wabup Ingatkan Warga Jangan Lalai

Kotogadang, siberindo.co — Wakil Bupati Agam Irwan Fikri mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak lengah dengan kondisi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Agam yang melandai sejak beberapa waktu terakhir. Informasi yang diperoleh KABA12.com, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Agam per Kamis, 21 Oktober ini hanya tersisa 8 orang yang sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah. “Alhamdulillah, kasus Covid-19 di Agam sudah berkurang dan tidak ada penambahan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan RSUD Lubukbasung juga tidak merawat pasien yang terpapar Covid,” ungkap Irwan Fikri kepada wartawan saat meninjau gebyar vaksinasi di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (21/10).
Baca Juga  Komunitas Basiba Sumbar Berbagi Pabukoan Untuk Keluarga Pasien RSAM
Menurutnya, kunci utama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi. Ia meminta seluruh masyarakat untuk mempertahankan kondisi ini, dan tidak lalai demi mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus baru.
“Kita harus mempertahankan kondisi ini dengan cara menjaga protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi,” katanya. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam ini mengakui, sebanyak 70 unit tempat tidur di RSUD Lubukbasung sudah kosong sejak dua pekan terakhir. Hal ini dikarenakan pasien yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Baca Juga  Satu-Satunya di Indonesia, Agam Raih Penghargaan KLA Pratama-Anugerah KPAI 2021
Disamping itu, Irwan Fikri juga meminta masyarakat untuk tidak menyelenggarakan kegiatan bersifat keramaian yang memakan waktu panjang demi mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. “Jadi, kegiatan seperti open turnamen atau kejuaraan olahraga dan kegiatan yang memakan waktu panjang tolong jangan lakukan dulu sampai target 60 persen masyarakat Agam divaksin tercapai,” ujarnya.
Baca Juga  2 Kasus Pencabulan Anak Diungkap Polda Sumbar
Pihaknya juga tidak menginginkan lonjakan kasus baru itu terjadi akibat kelalaian masyarakat yang melaksanakan kegiatan bersifat keramaian. Menurutnya, kegiatan keramaian jangka panjang itu dapat memicu kembali naiknya kasus Covid-19. “Kita tidak menginginkan kasus Covid ini kembali terjadi gara-gara kelalaian kita. Jadi, diharapkan kepada tokoh masyarakat dan pemuda untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus tersebut,” himbaunya. (Bryan/KABA12.com)

Komentar

News Feed