PAYAKUMBUH – Seorang Kepala Sekolah SMA Negeri di kota ini, inisial M (59) meninggal dunia di rumah sakit Unand Padang, Jumat (21/8) sekira pukul 11.40 WIB.
Meninggalnya kepala sekolah berinisial M ini dibernarkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumbar, Asricun. “Iya, benar saya dapat informasi Pak M meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Unand, Padang,” sebutnya.
Sementara itu Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Kesehatan setempat Bakhrizal membenarkan meninggalnya kepala sekolah negeri berinisial M ini. “Iya, Pak MW meninggal di Padang, dengan gejala lambung dan terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap dr. Bek, Jum’at (21/8) di Payakumbuh.
Dikatakan Bakhrizal, sebelumnya MW datang ke rumah sakit Unand Padang dengan gejala lambung, kemudian diswab pihak rumah sakit dan ternyata positif terpapar Covid-19.
“Kita tidak tahu apakah almarhum meninggal karena Covid-19, sebab juga ada penyakit penyerta. Tapi pak MW ini tidak masuk ke catatan pasien Covid-19 Payakumbuh, beliau adalah pasien Covid-19 Kota Padang karena swab di Padang,” sebutnya.
Informasi dari kota Payambuh hari ini, Jumat (21/8/2020), dilaporkan terjadi penambahan 6 (enam) kasus positif Covid-19.
“Hari ini kami tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 ingin menyampaikan adanya penambahan enam orang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal didampingi Kadis Kominfo, Jhon Kenedi, dan Sekdako, Rida Ananda.
Dikatakan Bakhrizal, dari enam orang kasus terkonfirmasi baru itu yang tercatat atas nama Kota Payakumbuh itu, dua diantaranya merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota.
Dengan kembali bertambahnya penderita Covid-19 di Payakumbuh dalam beberapa hari terkhir, membuat kota Randang ini kembali masuk zona kuning.
“Sampai hari ini Jum’at (21/8) kasus positif yang kita rawat ada sebanyak 11 orang. Termasuk bapak wakil walikota Erwin Yunaz,” kata dr. Bek panggilan akrab Kadis Kesehatan, Bakhrizal.
“Selama empat hari terakhir jumlah swab kita hampir menyentuh angka 1.000 orang, bahkan kita sampai melakukan swab sebanyak 300an orang perhari, padahal kekuatan kita cuma 100an perhari, bayangkan lelahnya anggota kita,” tambah dr. Bek.
Diungkapkan dr. Bakhrizal, peningkatan kasus positif dan serangan gelombang kedua ini memang yang sangat ditakutkan Pemko selama ini, hal tersebut karena kewaspadaan masyarakat terhadap Covid-19 sudah mulai melemah. Masyarakat sudah mulai melepas masker, berkumpul dan melupakan protokol kesehatan.
“Dengan adanya penambahan kasus baru ini, kebijakan pemerintah daerah akan berubah, termasuk kebijakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka, dan mungkin kita akan menunda izin keramaian, seperti pesta, berkumpul dan lainnya,” tambahnya.
Selain itu, tim gugus tugas Payakumbuh juga menghimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dan bagi tamu atau perantau yang masuk Kota Payakumbuh agar dapat melaksanakan swab di Puskesmas ataupun Rumah Sakit terdekat dan melakukan isolasi mandiri.
“Kita melihat temuan kasus baru di Sumbar ini, 80 persen penyebarannya dari orang-orang yang datang dari luar, seperti perantau, orang yang melakukan perjalan dinas, dan orang yang datang bermain dan berwisata ke daerah kita,” katanya.
Untuk itu pemerintah kota Payakumbuh tetap membuka peluang sebesar-besarnya untuk melakukan swab gratis kepada masyarakat, baik warga kota ataupun pendatang. Proses swab ini tidak ada lagi ditunda-tuda, datang hari itu, langsung diswab hari itu juga
“Swab kita di Payakumbuh gratis tidak bayar, untuk saudara-saudara kita dari luar kota juga tidak bayar. Bahkan, jika misalnya mereka dinyatakan positif untuk pengantarnya ke lokasi isolasi kita gratiskan juga,” tegas Bakhrizal.
Kepala Sekolah di Payakumbuh, Meninggal Dunia, Terkonfirmasi Positif Covid-19











Komentar