Sumbar, Siberindo – Apakah Bukittinggi masuk zona merah Covid-19 di Sumbar, seperti dilansir satu media online di Padang, atau zona oranye, sesuai dengan laporan Satgas Covid-19 provinsi Sumbar, pemko Bukittinggi merespons dengan cepat.
Pemko Bukittinggi merespons dengan mengadakan Rapat bersama OPD dan Satgas Covid-19, para Camat dan Lurah se Kota Bukittinggi, di Balai Kota, Kamis (20/05/2021).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, usai rapat kepada wartawan menjelaskan, menyikapi kondisi ini semua objek wisata di Bukittinggi kembali ditutup dan sekolah seharusnya besok tanggal 21/05 dimulai untuk tatap muka setelah libur lebaran, ditunda tatap muka sampai tanggal 23 Mei mendatang. “Pada rapat tersebut setelah di cek data dari 24 Kelurahan yang ada di Bukittinggi ada satu kelurahan yang diprediksi zona merah itu pun belum terkonfirmasi datanya yakni Kelurahan Pulai Anak Air,”ujar Wakil Wali Kota.
Dijelaskan, menentukan zona merah orange, kuning dan hijau suatu Daerah adalah wewenang Pemerintah Provinsi sesuai Keputusan Mendagri. Setelah dari provinsi, kemudian dibuat kebijakan di daerah berdasarkan data yang akurat.
Diakui Wakil Wali Kota Marfendi mungkin ada kesalahan pemko yang agak sedikit abai dengan Covid-19 ini. Posko tidak berjalan. Maka dalam Rapat diputuskan Posko Covid -19 dijalankan lagi mulai dari pendataan yang akurat dan terverifikasi. “Setelah data kita analisis dan untuk publikasi adalah tanggung jawab Kominfo Kota Bukittinggi memberikan informasi,” kata Mafendi.
Laporan Satgas Covid-19 pada portal resmi provinsi Sumbar, Kamis (20/5/2021), Bukittinggi disebutkan berada pada zona oranye, bersama 13 kabupaten kota lainnya, dan 5 daerah berada pada zona kuning.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Melfi Abra, menjelaskan untuk peserta didik mengikuti proses belajar tatap muka diperpanjang sampai tanggal 23 Mei mendatang. “Kita tunggu keputusan Pemda Sumbar apakah Bukittinggi termasuk zona orange atau kuning atau hijau. Jika masih tetap zona orange maka Proses Belajar mengajar melalui Daring,” kata Melfi Abra.











Komentar