Bukittinggi, siberindo.co — Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITBHAS) Kota Bukittinggi melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kampus Ultimate ITBHAS Bukittinggi, di Kelurahan Campago Guguak Bulek Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Senin (20/12).
Ketua Yayasan Indonesia Raya Bukittinggi Prof. DR. Elfindri SE,MA didampingi pengurus yayasan Prof. Eddy R.Rasyid menjelaskan pembangunan kampus baru atau kampus ultimate ini bertujuan memperkuat proses belajar mengajar agar alumni ITB Haji Agus Salim Bukittinggi bisa terserap di pasar kerja.
“Perguruan tinggi harus berbenah dan memperkenalkan metode pembelajaran baru. Kita juga mengembangkan jurusan yang tidak tersedia di Sumbar seperti Digital Business (Bisnis Digital). Jurusan sudah punya izin dan punya mahasiswa. Selain itu, 10 orang mahasiswa kita sudah ada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Mahasiswa kita juga akan dibina di Bina Nusantara (Binus). Kita juga ada fasilitas IT paling mutakhir di ITBHAS Bukittinggi. Disini, kita memiliki pemikiran membuka D3 Akuntansi Perpajakan bekerjasama dengan rekan-rekan accounting. Kita menjajaki kerjasama dengan perusahaan besar,”ujar Elfindri.
Elfindri menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan jurusan Teknologi Pangan. Jika disetujui, akan menjadi yang pertama di Sumatera. Jurusan lain yang diusulkan adalah Teknologi Kecantikan.
“Kita membuka jurusan yang bisa menghasilkan banyak lapangan kerja. Kita melihat pasar untuk alumni ITBHAS Bukittinggi. Untuk itu, ITBHAS perlu bangunan baru. Target kita, awal tahun 2023, kelas sudah bisa dipindahkan ke Guguak Bulek ini. Dalam perencanaan, gedung kampus baru ini sebanyak 4 tingkat dan total 48 kelas. Kita juga memiliki magister manajemen dan diharapkan bisa tambah kelas. Staf pengajar berasal dari tenaga terbaik UNP, Jakarta dan UNAND. Kita bercita-cita menjadi kampus yang dekat dengan masyarakat,” terang Prof. Elfindri.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Indonesia Raya Bukittinggi, Drs.Endang Irzal,AK, MBA menambahkan, pihaknya menargetkan gedung kampus baru ITBHAS Bukittinggi bisa digunakan dalam 1 tahun.
“Kita mengutamakan mahasiswa. Karena itu, dibuka jurusan baru Bisnis Digital. Apalagi, orang banyak datang ke Bukittinggi. Tentunya, hal ini bisa disinkronkan dengan ekonomi bisnis berbasis digital tersebut. Apalagi, Bisnis Digital ini banyak peminatnya. Kita mempunyai pascasarjana dan merupakan Magister Manajemen terbaik di Sumbar. Jurusan di ITBHAS ini tidak cukup S1 namun ada S2-nya,” kata Endang.
Endang mengungkapkan pihak Yayasan Indonesia Raya meminta dukungan dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemkab Agam untuk pembangunan kampus baru ITBHAS ini.
“ITBHAS berada di bawah Yayasan Indonesia Raya Bukittinggi dan merupakan milik kita bersama.Kita punya niat memajukan pendidikan Sumbar. Semoga, tahun mendatang, sudah ada kampus baru ITB Haji Agus Salim ini.Kita bekerjasama dengan ITB menjadi kampus merdeka,” harap Endang.
Rektor ITB Haji Agus Salim Dr. Heliyani SE, MM menyebutkan pembangunan gedung kampus ITBHAS ini sudag dicita-citakan serta terus berlanjut sampai tuntas. Ia berharap perguruan tinggi di Kota Bukittinggi semakin dilirik.
“Semoga, kampus ITBHAS menjadi pilihan di Bukittinggi. Mahasiswa kita ada 10.000 serta memiliki dosen tetap dan luar biasa. Jumlah program studi sebanyak 5 prodi,”kata Heliyani.
Sementara itu, Bupati Agam, Andri Warman dan Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi, berharap, keberadaan gedung ITBHAS ini nantinya bisa meningkatkan mutu pendidikan dan Sumber Daya Manusia di wilayah Bukittinggi-Agam.
“Kita berharap gedung kampus baru ITBHAS ini cepat terealisasi. Semoga ITB Haji Agus Salim ini bisa menjadi perguruan tinggi besar serta menghasilkan orang luar biasa atau sesuatu luar biasa. Kita dari Pemda Bukittinggi dan Agam sangat mendukung ITBHAS ini,”ujar AWR yang diamini Marfendi.
(Ophik/KABA12.com)











Komentar