Maninjau, siberindo.co — Dinas Sosial Agam serahkan bantuan darurat untuk korban terdampak longsor di Jorong Pangka Tanjuang, Nagari Tanjung Sani, kecamatan Tanjung Raya, Sabtu, (20/11).
Bantuan darurat bencana itu diserahkan Arfi Yunanda, Kabid.Linjamsos Dinsos Agam, didampingi Feri Dunda, Kasi.Kedaruratan Dinsos Agam bersama Ir.Irman, Kabid.Kedaruratan-Logistik BPBD Agam di lokasi kejadian.
Proses evakuasi dan pembersihan material longsor yang menjebol dinding rumah milik Andini, (60), Jumat,(19/11) sore kemarin, masih dilakukan tim gabungan BPBD Agam bersama masyarakat setempat.
Menurut Arfi Yunanda, bantuan darurat kebencanaan yang diserahkan pihaknya Sabtu siang ini, setelah mendapat laporan adanya musibah itu, Jumat tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga pihaknya langsung turun hari ini, menyerahkan bantuan berupa sembako, peralatan dapur, terpal, dan jenis bantuan darurat lain.
“ Kami berharap, bantuan yang diserahkan bermanfaat untuk warga yang terdampak musibah longsor tersebut, “ ungkap Arfi Yunanda.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, musibah longsor yang terjadi di Pangka Tanjuang, Nagari Tanjung Sani itu, terjadi Jumat sore kemarin, yang diduga dipicu hujan lebat yang terjadi sepanjang Jumat kemarin.
Kondisi kawasan pebukitan yang labil, terpicu hujan lebat sehingga menyebabkan kawasan itu digerus longsor, yang menghantam rumah milik Andini. Tidak ada korban dalam musibah itu, namun dilaporkan, keluarga Andini sudah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar