Padang Pariaman, Siberindo.com – Peletakan batu bata pertama pembangunan Masjid Nur Abdullah yang bertepatan pada tanggal 1 Hijriah merupakan momen penting dalam agama Islam. Karena Nabi Muhammad Saw. dalam peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah, sesampai di Madinah yang pertama dibangun adalah masjid.
Hal itu dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman Dr. Helmi, M.Ag, Kamis (20/8/2020) pada peletakan batu bata pertama pembangunan masjid Nur Abdullah di Korong Kali Aia Timur Nagari Sungai Buluh Barat Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat. Pembangunan masjid yang sepenuhnya dilakukan orang tua dan guru kita ini, yakni Drs. H. Dalimi Abdullah patut kita berikan apresiasi. Sulit mencari orang seperti Pak Dalimi ini yang membangun masjid sekaligus tempat tahfiz Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda Islam ke depan.
“Dengan membangun masjid disertai fasilitas lainnya, berarti sudah memikirkan generasi muda Islam masa depan yang beriman dan bertakwa. Tidak banyak orang yang berpikir seperti Pak Dalimi Abdullah ini. Jika ada 10 saja orang berpikir dan berbuat seperti Pak Dalimi ini, berapa banyak generasi muda Islam Sumatera Barat yang bisa mendapatkan pendidikan agama Islam. Mudah-mudahan banyak tokoh Sumatera Barat lainnya juga berbuat seperti ini,” kata Helmi kepada Sitinjausumbar.com usai peletakan batu bata pertama.
Dalimi Abdullah mantan Anggota DPR RI yang juga mantan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Barat ini menyebutkan, pembangunan masjid seluas 16 m X 16 m diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,6 miliar. Masjid berdiri di atas tanah seluas 5.500 m2, nantikan juga dilengkapi bangunan tahfiz Al-Qur’an dan panti asuhan sebagaimana harapan masyarakat sekitarnya. Masjid ini dinamakan Nur Abdullah, yang artinya cahaya bagi hamba Allah.
“Tujuan dari pembangunan masjid dan sarana lainnya adalah agar dapat melahirkan anak-anak yang hafiz Al-Qur’an, anak-anak yang mencintai agama Islam. Anak-anak yang mencintai Al-Qur’an, Insya Allah akan menjadi generasi muda Islam yang berguna bagi dirinya, keluarga, bangsa, negara dan masyarakatnya,” kata Dalimi.
“Selain itu, juga membentengi generasi muda dari pengaruh perkembangan zaman yang saat ini semakin gencar merusak pikiran generasi muda. Antara lain paham komunisme, Syiah, teknologi informasi yang menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai Islam. Semuanya harus dihambat jangan sampai merusak generasi muda. Mudah-mudahan dengan adanya masjid dan tahfiz Al-Qur’an ini, pengaruh yang tidak baik tersebut generasi muda Islam bisa terhindar,” kata Dalimi Abdullah.
Menurut Dalimi Abdullah, kita sering bicara Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Ternyata ungkapan tersebut hanya tinggal bingkai saja, sedangkan isinya entah dimana. Mudah-mudahan dengan membangun masjid sekaligus adanya kegiatan tahfiz Al-Qur’an, pelan-pelan ungkapan tersebut bisa tumbuh di kalangan generasi muda.
Peletakan batu bata pertama tersebut dihadiri Danrem Wirabraja yang diwakili Pasi Pers Mayor Inf. Aidin Pakaya, pejabat di Kecamatan Batang Anai dan tokoh masyarakat setempat. (at)











Komentar