oleh

Bila ABS-SBK Diterapkan dengan Konsisten Orang Minang Tidak Akan Terbawa Arus Menjadi Radikal

Sumbar, Siberindo- Orang Minang yang konsisten dengan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) akan sulit terbawa arus untuk menjadi radikal atau berpaham radikalisme.

Sejumlah teroris  memang ada darah Minangnya tapi menurutnya tidaklah berbasis di sini. Dan mereka itupun bukan direkrut di daerah Sumatera Barat, melainkan di perantauan.

“Mereka itu, menurut saya tidak lagi menjunjung tinggi filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Irwan Prayitno.

Sejumlah teroris  memang ada darah Minangnya tapi menurutnya tidaklah berbasis di sini. Dan mereka itupun bukan direkrut di daerah Sumatera Barat, melainkan di perantauan.

Demikian Gubernur Sumbar menyimpulkan saat menerima pengurus FKPT Sumbar di ruang kerjanya, Senin 20 Juli 2020.

Baca Juga  15 Hekter Kelapa Sawit Terbakar dan Air Terbatas Sebabkan Proses Pemadaman Terhambat

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilaksanakan oleh FKPT Sumatera Barat selama lima tahun belakangan ini yang berkonsentrasi menyampaikan sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan terorisme kepada berbagai elemen masyarakat,” ujar Irwan Prayitno dalam pertemuan tersebut. Dan itu harus terus dilakukan.

Irwan menyampaikan kewaspadaan yang dibangun untuk menangkal paham-paham yang merusak seperti itu perlu terus dilakukan.  Tidak hanya oleh FKPT sendiri, tetapi oleh semua elemen masyarakat agar terhindar dari masalah-masalah yang merusak ketenteraman dan kedamaian masyarakat.

Sementara itu Ketua FKPT Sumbar, Dr. Zaim Rais mengatakan bahwa selama lima tahun  terakhir ini FKPT Sumbar sudah melakukan sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme sebanyak 20 kali terhadap kurang lebih 2.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga  Plt. Bupati Serahkan Sertifikat Tanah kepada 550 Masyarakat Dharmasraya

“Kita melakukannya empat kali setahun untuk bidang-bidang yang melibatkan media, pemuda, agama, aparat pemerintahan nagari, babinsa, babinkamtimas, dan budaya.

Tapi karena keterbatasan anggaran, kita hanya sanggup melaksanakan di Padang, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman dan Batusangkar,” kata Zaim Rais.

Menindaklanjuti MoU antara Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dengan Menteri Dalam Negeri, Ketua FKPT Sumbar berharap Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mendukung kegiatan ini pada tahun-tahun mendatang.

“Kita berharap ada bantuan anggaran kegiatan dari APBD untuk menyempurnakan apa-apa yang sudah diberikan oleh APBN,” ujar Zaim.

Tahun ini sejumlah kegiatan FKPT terpaksa tertunda-tunda lantaran adanya pandemi Covid-19. Kegiatan sosialisasi tatap muka pada tahun ini baru sempat dilaksanakan di Batusangkar untuk bidang pemuda.

Baca Juga  Agam dengan Sistem "Jebol " Layani Masyarakat , Ini Ceritanya

“Tahun ini kita gelar juga kegiatan yang tidak dilaksananakan secara tatap muka seperti lomba pidato pemuda, lomba menulis bahan ajar untuk guru agama serta lomba video pendek untuk pelajar,” kata Zaim.

Dalam waktu dekat, juga akan digelar webinar tentang bahaya radikalisme, terorisme dan Covid-19.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumbar itu, FKPT menyampaikan permintaan kepada Gubernur untuk menjadi salah satu narasumber disamping Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto.(rel/zln)

Komentar

News Feed