Maninjau, siberindo.co — Camat Tanjung Raya Handria Asmi meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim yang kerap melanda wilayah itu sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya, kondisi itu dapat berpotensi terjadinya berbagai bencana alam.
“Kami himbau kepada masyarakat di Salingka Danau Maninjau untuk lebih waspada dan berhati-hati saat musim hujan saat ini. Karena cuaca ekstrim seperti itu dapat memicu terjadinya berbagai bencana alam seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang,” kata Handria Asmi kepada KABA12.com, Kamis (19/8).
Selain itu, ia juga meminta kepada pihak nagari untuk lebih mengaktifkan Kelompok Siaga Bencana (KSB), parik paga, dan pemuda guna memantau kondisi wilayahnya jika terjadi hujan lebat. Hal ini mesti dilakukan agar kelompok tersebut dapat mengambil langkah antisipasi.
“Aktifkan kembali kelompok swadaya masyarakat itu seperti KSB, parik paga, pemuda dan sebagainya, supaya bisa diambil langkah-langkah antisipasi saat hujan lebat,” ujarnya.
Handria juga mengingatkan para perangkat nagari untuk lebih intens memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak bencana. “Para walinagari, dan wali jorong juga diminta aktif dalam mensosialisasikan hal itu, termasuk menjadi salah satu tim terdepan dalam penanganan potensi bencana,” imbuhnya.
Ia mengakui, saat ini terdapat beberapa titik lokasi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tanjung Raya yang rawan berpotensi pohon tumbang. Titik lokasi rawan pohon tumbang itu berada di jalur Kelok 44, Nagari Maninjau, Nagari Sungai Batang, dan Nagari Tanjung Sani.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti DLH, BPBD, dan Satpol PP untuk melakukan operasi pemangkasan terhadap pohon yang rawan tumbang tersebut.
Menurutnya, dengan dilakukan pemangkasan pohon, maka dapat mengurangi potensi bencana alam saat cuaca ekstrim.
“Rencananya pemangkasan pohon akan dilakukan oleh dinas terkait pada akhir pekan ini,” katanya.
Sebelumnya, akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya menyebabkan bencana alam longsor atau galodo di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang dan Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani pada Selasa (17/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak akibat peristiwa tersebut. Namun akses jalan lingkar Danau Maninjau sempat tertutup beberapa jam lantaran material longsor berupa lumpur, bebatuan, dan dahan kayu menumpuk di badan jalan.
Pada Rabu (18/8) dinihari sekitar pukul 03.15 WIB, akses jalan sudah kembali normal setelah dilakukan pembersihan oleh tim gabungan dengan menurunkan satu unit alat berat.
(Bryan/KABA12.com )
Universitas Jayabaya melalui Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) menggelar Seminar Internasional dengan mengusung tema “Law Enforcement of Government Actions in the Digital
Siberindo.co – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Barat menetapkan 18 Anggota PWI Padang Pariaman/Pariaman ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)
Siberindo.co – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Pariaman salurkan bantuan terdampak bencana di enam titik. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan
Siberindo.co– Momen peringatan 100 Tahun Jam Gadang tahun 2026, diharapkan mampu menumbuhkan semangat warganya semakin mencintai Kota Bukittingi yang baru saja memperingati
Komentar