Lubukbasung, siberindo.co — Dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69 tahun 2021, ketua Bhayangkari Cabang Agam Ny.Sandra Dwi Nur Setiawan gelar upacara khusus dengan kegiatan tabur bunga di Makam Pahlawan Mandeh Siti Manggopoh di Balai Satu, Manggopoh, Senin,(18/10).
Acara khusus yang digelar keluarga besar Bhayangkari Cabang Polres Agam itu mendapat perhatian khusus dari banyak masyarakat, dibuktikan dengan kehadiran warga di sekitar lokasi.
Upacara tabur bunga di Makam Pahlawan Mandeh Siti Manggopoh, yang merupakan Srikandi Pejuang yang menjadi pahlawan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu, menurut Ny.Sandra Dwi Nur Setiawan seperti disampaikan AKP.N.Dt.Sati, Kasubag.Humas Polres Agam, menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian peringatan HKGB ke-69 tahun ini.
Upacara tabur bunga di makam pahlawan Mandeh Siti Manggopoh itu, juga disebutkan sebagai wujud kebanggaan dan penghormatan yang luar biasa dari kaum ibu, seluruh anggota Bhayangkari Polres Agam, akan sosok mandeh Siti Manggopoh yang berani dan gigih berjuang mengusir penjajah Belanda dari bumi Sumatera Barat bersama para pahlawan lainnya, “ sosok Mandeh Siti Manggopoh, adalah inspirasi luar biasa bagi kaum perempuan Sumatera Barat, termasuk Bhayangkari Polres Agam, “ sebutnya.
Usai upacara tabur bunga di makam pahlawan tersebut, ketua Bhayangkari Cabang Agam Ny.Sandra Dwi Nur Setiawan juga menyerahkan bantuan pada penjaga dan pengurus makam pahlawan Mandeh Siti Manggopoh tersebut.
HARMEN
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar