Oleh: Firda Khairati Amris, M.Pd.
Era milenial adalah zaman yang dimana erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi angin segar bagi pembelajar atau pun pengajar. Ada kalanya pembelajar dan pengajar memiliki kemudahan dalam mengakses serta menemukan informasi yang begitu cepat, di berbagai satuan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, SMA bahkan sampai dijenjang perguruan tinggi.
Namun dalam mencapai suatu pembelajaran yang bermakna serta sesuai dengan perkembangan zaman di era milenial apakah gaya mengajar seorang pendidik sama dengan gaya mengajar pada zaman sebelumnya? tentu saja tidak, pembaharuan demi pembaharuan menjadi faktor penting dalam mengajar di era milenial ini. Lalu bagaimana gaya mengajar seorang pendidik di era milenial? Berikut penjelasan nya dilansir dari sokrates.id :
- Kenali siapa siswa Anda
Guru harus memiliki informasi selengkap mungkin mengenai siswanya karena informasi dimiliki akan menjadi sebuah modal untuk lebih mengetahui dunia siswanya. Misal: latar belakang keluarga, hobi, potensi yang dimiliki, waktu yang dihabiskan untuk bermain internet, waktu yang dimiliki untuk berinteraksi dengan keluarga dan informasi lain yang dapat membantu guru. Semakin dalam guru mengenal siswa akan lebih mudah untuk lebih mendekatkan diri/berinteraksi.
- Sesuaikan gaya komunikasi
Cara berkomunikasi generasi milenial saat ini sudah berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi milenial lebih menyukai gaya komunikasi teks atau berbicara melalui dunia maya, dan suka membuat akun di beberapa media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, Line, WeChat dan lain sebagainya. Bagi generasi ini, itulah gaya komunikasi yang lancar menurut mereka bukan lagi tatap muka secara langsung. Dan disini guru harus mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan gaya tersebut tetapi tidak melupakan gaya berkomunikasi secara langsung. Guru harus mampu mendidik siswanya kapan mereka berkomunikasi secara online dan kapan waktu untuk berbicara secara langsung.
- Libatkan siswa dalam proses pembelajaran
Salah satu ciri dari generasi milenial adalah lebih kritis dalam menyikapi hal-hal baru. Melihat hal tersebut akan lebih sulit bagi guru menyampaikan materi dengan informasi yang hanya satu arah atau melalui metode ceramah, atau dengan kata lain Guru harus merubah dari memberitahu menjadi mencari tahu. Biarkan peserta didik mencari tahu materi yang akan disampaikan oleh guru, dengan kemudahan yang diberikan oleh teknologi saat ini akan mempermudah siswa untuk mencari hal-hal yang akan disampaikan oleh guru dan siswa akan lebih aktif mengikuti proses pembelajaran karena sesuai dengan gaya mereka.
- Bantu siswa untuk berkreasi/kreatif
Guru harus membuka kesempatan bagi siswa untuk dapat lebih kreatif, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang bervariasi dan jika diperlukan dapat mengintegrasikan proses pembelajaran dengan teknologi. Selain itu dapat juga ditambahkan dengan permainan kreatif di dalam kelas, membuat proyek, melakukan eksperimen sederhana, menggunakan visualisasi dan hal-hal lain yang sekiranya dapat digunakan untuk memancing siswa dalam berkreasi.
- Ajari siswa lebih berpikir
Berpikir kritis merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mendasar dalam pendidikan Abad 21 khususnya dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa depan mereka yang akan sangat jauh berbeda dengan zaman kita saat ini. Bukan lagi saatnya siswa untuk menghafal/mengingat karena semua informasi di zaman ini sudah sangat mudah di dapatkan. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melatih anak berpikir kritis salah satunya dengan mengubah pola pertanyaan kepada siswa. Jangan menggunakan pertanyaan yang hanya membuat siswa mengingat tetapi gunakan pertanyaan 5 W + 1 H (what, who, why, where, when, how), kurangi memberikan jawaban secara langsung, dorong siswa mencari referensi sendiri, biasakan siswa mengeluarkan pendapat, dan berikan pilihan jawaban lebih dari satu. Dengan memiliki kemampuan berpikir kritis mereka akan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi di masa yang akan datang, masa yang penuh dengan ketidakpastian.
Itulah beberapa cara yang harus dilakukan seorang pendidik dalam mengajar di era milenial, tentu saja tidak mudah untuk dilakukan mengingat semua hal itu harus diimbangi dengan sarana serta prasarana yang memadai. ***










