Pasaman Barat, Siberindo.co–Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur bersama rombongan meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga Tamrin, Selasa (18/1/2022). Kebakaran terjadi di Jalan Sumba, Jorong Taluak Ambun, Nagari Ujung Gading, Lembah Melintang, Minggu (8/1/2022) lalu. “Lalapan si jago” merah itu menghanguskan empat unit rumah dan satu unit bangunan rumah sarang burung wallet di kawasan terjadinya kebakaran itu.
Sebagaimana dilansir Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co, empat unit rumah yang terbakar semenjak pukul 17.30 WIB Minggu itu, merupakan milik dari keluarga Suherman Syah (35), Rohima (65), Izza (40), dan rumah Tamrin (59), sekaligus jadi pemilik rumah walet yang ikut terbakar dalam peristiwa itu. Saat ini, untuk sementara waktu korban kebakaran diungsikan di rumah warga sekitar.
Tamrin, suami dari Helma Hayati, merupakan guru negeri di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pasaman Barat, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Sementara istrinya (Helma Hayati), pegawai jabatan fungsional umum (JFU) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembah Melintang, juga di Ujung Gading.
Turut berbelasungkawa atas musibah kebakaran itu, Kasubbag Tata Usaha Sufrinas, pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Pasaman Barat meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan kepada korban Tamrin bersama keluarga, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pasaman Barat, di Ujung Gading, Jonaidi, Kepala MAN 2, Suardi.
Kepala MAN 1 di Air Bangis, Jufri, Kepala MTsN 1, juga di Air Bangis, Yeddawati, Kepala MTsN 6 di Air Balam, Kecamatan Parit Koto Balingka, Arispan, dan Kepala MIN 1 di Air Bangis, Agustina, dan yang lain. Selain itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembah Melintang, Ahmad Siddik, bersama babarapa orang ASN di kantor itu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Muhammad Nur, menyampaikan atas nama pribadi dan keluarga besar Kantor Kementerian Agama se Pasaman Barat turut berduka atas musibah yang menimpa keluarga besar Tamrin. Ini kita serahkan bantuan uang tunai sebesar Rp.33.500.000 lebih.
“Kami yakin dan percaya, bantuan yang berasal dari sumbangan warga Kementerian Agama se Pasaman Barat, masih tergolong sedikit. Belum mampu mengobati rasa duka yang mendalam dan dialami keluarga besar Tamrin. Namun, jangan lihat bantuan ini dari segi besar atau kecilnya, tapi terimalah dengan lapang hati,” kata Muhammad Nur, Rais Syuriah PCNU Kota Pariaman ini.
Yang jelas, ulasnya lagi, musibah yang diberikan Yang Maha Kuasanya, tidak akan melebihi dari batas kemampuan setiap hamba-Nya. Untuk itu, ambillah hikmah dari kejadian di luar dugaan ini dengan hikmat, perbanyaklah usaha, doa dan amal. Kiranya Allah Swt, selalu memberikan yang terbaik kepada setiap hamba-Nya. (gmz/at)










