Bukittinggi, siberindo.co — Tim penurunan bendera pusaka, paskibraka Bukittinggi, sukses laksanakan tugas mereka, meskipun dalam hujan.
Upacara penurunan bendera pusaka, dilaksanakan di Lapangan Wirabraja, Selasa (17/08) sore. Wakil Wali Kota bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.
Untuk prosesi tim penurunan bendera atau tim merah, pembawa bendera dipercayakan kepada Anggi Syakhira dari SMAS Xaverius. Pendamping bendera, Fahra Mudya dari SMA 5 Bukittinggi. Pengibar bendera, Ryandi Chairi Ramadhan dari SMA 5 Bukittinggi. Penggerek bendera, Wildan Hasmelindo dari SMA 2 Bukittinggi. Danton pasukan 8, Sandi Zakia dari SMA 4 Bukittinggi. Danpas IPDA Jasmi dari Polres Bukittinggi dan Danton Aditia Ramadhan dari SMA 3 Bukittinggi.
Peringatan HUT RI ke 76, memang dilaksanakan dalam masa pandemi covid-19. Namun, kendala itu tidak mengurangi khidmadnya, setiap kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 76 ini.
Setelah upacara penurunan bendera, Wali Kota, Wakil Wali Kota bersama Unsur Forkopimda, mengikuti upacara penurunan bendera di Istana Negara, secara virtual dari rumah dinas walikota.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Ombudsman Republik Indonesia memperkuat sinergi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penyelenggaraan
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur
Komentar