Tanjung Sani, siberindo.co — Bencana alam tanah longsor atau galodo kembali melanda wilayah Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Selasa (17/8) malam. Galodo tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa siang hingga malam hari.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, bencana galodo itu terjadi tepatnya di wilayah Jorong Pandan, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya. Ia menyebut, bencana tersebut terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB.
“Iya, ada lima titik lokasi yang dilanda galodo atau longsor di Nagari Tanjung Sani. Penyebabnya akibat aliran sungai yang tersumbat di jembatan, sehingga luapan air beserta material lain tumpah ke badan jalan,” kata Handria Asmi saat dikonfirmasi KABA12.com, Selasa malam.
Handria menambahkan, tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang terdampak akibat bencana galodo itu. Namun banyaknya material berupa lumpur, bebatuan, dan dahan kayu sempat menutup akses jalan lingkar Danau Maninjau. Kendati begitu, saat ini akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
“Akses lalu lintas saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda empat belum bisa dilalui, lantaran material galodo masih menumpuk di badan jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan kecamatan terdiri dari personil Polsek Tanjung Raya, TKSK, pemerintah nagari, KSB, dan warga sekitar telah melaksanakan pembersihan material galodo secara manual. Namun upaya itu belum terlaksana secara maksimal, lantaran material galodo cukup banyak, sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pembersihan lanjutan.
“Kita sudah koordinasikan ke dinas terkait agar menurunkan alat berat ke lokasi, karena material galodo cukup banyak dan mengganggu akses jalan,” imbuhnya.
Disamping itu, Handria juga menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan untuk lebih waspada dan berhati-hati jika hujan deras melanda. Upaya ini mesti dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
(Bryan/KABA12.com )
Sumbar, Siberindo Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat DR M. Sayuti Dt. Rajo Penghulu mengukuhkan pengurus LKAAM Kabupaten Pesisir
Sumbar,Siberindo – Untuk menyamakan persepsi dan sekaligus pematangan rencana pelantikan, pengurus SMSI Provinsi Sumatera Barat gelar rapat offline, minggu 19 Juli 2020,
Sumbar, Siberindo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, melaksanakan Supervisi dan Monitoring Gerakan Coklit Serentak (GCS) Pilkada di 6 daerah (Kabupaten/Kota)
Sawahlunto, Siberindo – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sawahlunto melaksanakan Tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) untuk data pemilih Pilkada Gubernur Sumbar
Komentar