oleh

Bagaimana Cara Swab yang Benar, Ketua DPRD Sumbar, Minta Dinas Kesehatan Membuat Edaran



Padang, Siberindo – Melihat semakin banyaknya penambahan angka positif Covid-19 dimasa new normal, Minggu 16 Agustus terkonfirmasi 12 positif, sehingga sudah berjumlah 1.348 positif di Sumbar (data situs portal resmi pemprov Sumbar), maka Ketua DPRD Sumbar, Supardi, menyerukan agar dibuat tata cara pemeriksaan Swab.

“Harus dibuat edaran oleh Dinas Kesehatan, bagaimana pemeriksaan swab yang benar, dan mendapatkan hasil yang pasti,” ujarnya.

Dalam beberapa pemeriksaan Swab, Supardi memilihat tata caranya berbeda-beda. Ada yang mengambil sample dari dua hidung dan tenggorokan, ada hanya dua hidung tanpa tenggorokan, serta sample dari satu hidung.

Bukan hanya itu, Supardi juga melihat, terkadang sample hanya diambil para pemula (tenaga medis-red), sehingga hal ini dapat meragukan masyarakat untuk akurasi hasil pemeriksaannya.

“Saya melihat beberapa kali pemeriksaan Swab berbeda-beda, dan terkadang tidak diawasi dokter THT, sehingga ini membuat keraguan masyarakat, dan pemeriksaan sampai berulang-ulang,” ulas Supardi ketika dihubungi Minggu (16/8/2020), melalui selularnya.

Ditambahkannya, untuk keseragaman dalam memeriksa dan mengambil sample, sudah semestinya Dinkes Sumbar memberikan sertifikasi atau legalitas pada pemeriksa, atau setidaknya membuat surat edaran tentang pengambilan sample yang benar, untuk mendapatkan akurasi hasil.

“Minimal Dinas Kesehatan membuat surat edaran yang bisa diketahui masyarakat, apakah dengan mengambil sample dari satu hidung saja cukup, atau harus dua, atau lengkap dengan tenggorokan, jadi tidak ada lagi keraguan tentang hasil yang pemeriksaan,” ulasnya lagi.

Masih menurut Supardi, dengan pengambilan sample berulang-ulang, rasanya akan membuat lubang hidung sesorang menjadi sakit, dan mengakibatkan warga malas untuk pemeriksaan.

Selain itu, surat edaran juga berguna untuk keseragaman pemeriksaan, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam mendeteksi virus Corona atau covid-19, baik di provinsi maupun kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Kita tidak bicara berapa besar anggaran untuk deteksi atau pemeriksaan Swab ini, tapi yang terpenting adalah keseragaman dan akurasi hasil dari pemeriksaan, sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan sedini mungkin,” tutupnya. (Nov/M1)

Komentar

News Feed