PADANG PARIAMAN, Siberindo.co– Alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman tetapkan Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman, S.Sos, MM sebagai Ketua Umum Alumni Pesantren Nurul Yaqin menggantikan Akmaluddin, MA. Rahmat dipilih pada Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Pesantren Nurul Yaqin, Ahad (15/5/2021) di pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan.
Sebagaimana dilansir Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co, usai terpilih, Rahmat Tuanku Sulaiman menyebutkan, terima kasih atas kepercayaan dari Alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan yang mengamanahkan sebagai ketua umum. “Memang tidak mudah menjadi ketua alumni pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan yang sudah bertebaran di mana-mana. Mereka ada yang mendirikan pesantren, jadi ulama, pejabat, dosen, aktifis organisasi kemasyarakatan, pegawai negeri, maupun jadi ulama kampung saja. Semuanya yang pernah belajar di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, tentu menjadi alumni,” Rahmat Tuanku Sulaiman.
Sebelum terpilih menjadi Ketua Umum Alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Rahmat Tuanku Sulaiman juga memimpin sejumlah organisasi. Diantaranya Ketua Umum Alumni SMAN Enam Lingkung, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat, Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Padang Pariaman. Sehari-hari Rahmat Tuanku Sulaiman Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padang Pariaman.
Pemilihan Ketua Alumni Nurul Yaqin Ringan-Ringan bersamaan dengan kegiatan manjalang guru di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Turut memberikan sambutan Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (YPII) Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan, Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Syekh Muhamaad Rais Tuanku Labai Nan Basa.
Khalifah Imraniyah Syekh Zulhamdi Tuanku Kerajaan Nan Saliah menyampaikan kiranya ada sesuatu yang menyentuh oleh masing-masing kita selama acara berlangsung. Sesuatu itu mungkin saja berbeda satu sama lain di antara kita. Hal ini bisa jadi karena fokus dan konsentrasi kita terhadap hal tersebut juga berbeda beda.
“Kita dicipta karena rindu, karena kasih sayang Tuhan. Demikian juga pada sanubari kita ada rindu hasil tajalli-Nya. Rinduku, rindu kita semua terhadap maha guru kita adalah karena-Nya. Keinginan dalam sampan yang sama dalam rombongan dan panji yang sama kelak di akhirat bersama guru tercinta adalah harapan setiap murid. Semoga Allah SWT pertemukan kita kelak dengan guru-guru kita dengan guru alam semesta syaidina mustafa Muhammad SAW,” demikian nasehat Zulhamdi Tuanku Kerajaan Nan Saliah. (armaidi tanjung)











Komentar