Padang Pariaman, Siberindo
Hari terakhir libur Idul Fitri 1442 H yaitu Minggu (16/5) menjadi saat panen raya bagi pedagang di sepanjang Pantai Tiram dan Pantai Ketaping Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pengunjung membludak luar biasa. Tapi sayangnya, banyak yang tidak menggunakan masker dan mengabaikan Prokes (Protokol Kesehatan).
Lonjakan pengunjung di Tiram dan Ketaping ini sebagai dampak ditutupnya seluruh objek wisata di Kota Pariaman, terutama pantai dan kunjung ke Pulau Angso Duo selama dua hari, Minggu hingga Senin (17/5).
“Kami rencananya dari Padang mau ke Pantai Gandoriah dan jika cuaca bagus kami akan ke Pulau Angso Duo. Tapi rupanya ditutup Pak Walikota, kami berwisata di Pantai Ketaping saja lagi,” kata Hendri (47) yang memboyong istri dan dua anaknya berlibur lebaran, seperti dikutip dari PilarbangsaNews jaringan Siberindo.Co.
Beberapa spot pantai di kawasan Ketaping Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman penuh dengan pengunjung, seperti di Pantai Bagaga dan Pantai Karambia Lonjakan pengunjung juga terjadi di sepanjang Pantai Tiram Kecamatan Ulakan. Tidak kurang dari ratusan unit mobil dan ribuan sepeda motor terparkir sepanjang kawasan pantai berpasir bersih itu.
Ratusan mobil pengunjung di Pantai Ketaping
Pengunjung ada yang mandi sambil bermain ombak dan ada pula yang tidur-tiduran dengan menggelar tikar. Ada juga yang bermain ayunan atau membuat istana pasir. Banyak juga pengunjung yang asik berfoto-foto di pantai, selfie dan makan nasi bungkus di bawah pohon pinus yang rindang.
Sayangnya, sebagian besar pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan yaitu banyak yang tidak menggunakan masker. Di pintu masuk ke kawasan pantai juga tidak disediakan tempat cuci tangan atau fasilitas hand sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19.
“Semua petugas sepertinya sedang libur lebaran. Saya pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB di Pantai Ketaping tidak melihat petugas Dinas Pariwisata, Satpol PP atau polisi yang berpatroli di kawasan wisata pantai Ketaping dan Tiram ini untuk menegakkan protokol kesehatan. Karena masih suasana lebaran dan kemungkinan jumlah pengunjung masih tinggi maka sebaiknya dalam seminggu ke depan tetap ada patroli petugas untuk protokol kesehatan,” kata Sekretaris organisasi perantau PKDP Sumbar, Gusfen Khairul berkomentar.
Bagaga Beach, Ketaping
Apa saja yang dijual pedagang di Pantai Tiram dan Pantai Ketaping ludes diserbu pengunjung. Mulai dari rumah makan, soto, bakso, aneka jus, kelapa muda, mie instan dan aneka jajanan lainnya. “Nasi dari tadi sudah habis Pak, yang ada mie rebus atau mie goreng,” kata Niang Rahma (49) pemilik rumah makan di Pantai Ketaping selepas Zuhur.
Makanan yang paling laku adalah mie rebus pakai telur dan minumannya adalah teh botol dingin. Di beberapa warung sepanjang pantai itu sampai kehabisan stok mie instan. Harga satu porsi mie rebus telur rata-rata Rp10 ribu per porsi.
Panen raya bukan hanya dirasakan pedagang makanan dan minuman saja, tetapi berkah hari keempat Idul Fitri ini dinikmati oleh pengelola pantai dengan pungutan parkir. Di Bagaga Beach misalnya, satu unit mobil dikenakan tarif parkir Rp10 ribu dan sepeda motor Rp5 ribu. Sebagai bukti kepada pengunjung diberikan karcis parkir berupa fotokopi.
Nafsu masyarakat untuk berwisata meskipun di masa pandemi Covid-19 tampaknya tidak pernah surut. Apalagi di saat libur lebaran Idul Fitri sebagai momentum silaturahmi. Namun semangat berwisata itu belum dibarengi oleh perubahan perilaku berupa kesadaran menegakkan protokol kesehatan. (PB)
)











Komentar