Manggopoh, siberindo.co — Upaya pencarian terhadap Anisa, (9) murid kelas 3 SD yang diterkam buaya Senin, (17/1) pagi di aliran sungai Batang Masang, dalam kawasan areal perkebunan plasma Yayasan Tanjung Manggopoh, di Padang Mardani, Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, kecamatan Lubukbasung.
BPBD Agam yang memimpin operasi gabungan sengaja membagi SRU (tim) untuk melakukan pencarian melibatkan berbagai unsur, masing-masing SRU I menyisir aliran sungai dan SRU II menyisir tepian sungai Batang Masang.
Operasi pencarian Anisa yang diterkam buaya usai mandi untuk persiapan ke sekolah itu dipimpin Nasrudin, Kasi. Kedaruratan BPBD Agam, bersama jajaran pemerintahan nagari Manggopoh, di lokasi kejadian langsung bergerak ke titik-titik yang ditengarai mencari lokasi pelarian buata yang menerkam Anisa.
Informasi yang diperoleh kaba12.com di lapangan, korban Anisa, (9), diterkam buaya usai mandi di tepi sungai Batang Masang yang berada dibelakang rumahnya yang berjarak 300 meter.
Usai mandi korban bersama kakaknya Meli Susanti, (18) yang berjalan di depannya terkejut setelah mendekat teriakan adiknya yang berada di belakang.
Saat melihat ke arah belakang, Meli Susanti langsung kaget dan panik, karena adiknya sudah diterkam buaya yang cukup besar dan diseret ke arah sungai.
Meli Susanti, langsung berlari memberi pertolongan bahkan dia sempat tarik menarik dengan buaya yang tengah memamah bagian tubuh korban.
Namun, karena kekuatan buaya yang sangat kuat, Meli Susanti ikut terseret tenaga buaya, bahkan Melisa sampai berenang je tengah sungai untuk mengejar buaya yang melarikan tubuh adiknya tersebut.
Karena panik, Melisa berteriak minta tolong sehingga langsung mengejar ke lokasi kejadian.
” Kita upayakan pencarian di beberapa titik melibatkan tim gabungan menggunakan perahu karet, ” ungkap Nasrudin.
Musibah yang menggegerkan warga Padang Mardani Senin pagi itu, sontak membuat puluhan warga setempat merapat ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian.
HARMEN/kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di