oleh

Ketua DPRD Sumbar: Dinkes Harus Keluarkan Edaran Kepastian Swab

Sumbar.Siberindo – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan.Melihat semakin banyaknya penambahan angka positif Covid-19 dimasa new normal,Dinas Kesehatan (Dinkes), agar bisa membuat edaran tentang kepastian tata cara pemeriksaan Swab, untuk mendapatkan hasil pasti, sehingga pemeriksaan tidak dilakukan berulang-ulang.

Hal tersebut bukan tidak beralasan, karena dalam beberapa pemeriksaan Swab Supardi memilihat tata caranya berbeda-beda, ada yang mengambil sample dari dua hidung dan tenggorokan, ada hanya dua hidung tanpa tenggorokan, serta sample dari satu hidung.

Baca Juga  12 Terpidana di Sumbar Mutasi dari Rutan Polres ke Rutan Kelas 2 Batusangkar

Bukan hanya itu, Supardi juga melihat, terkadang sample hanya diambil para pemula, sehingga hal ini dapat meragukan masyarakat untuk akurasi hasil pemeriksaannya.

“Saya melihat beberapa kali pemeriksaan Swab berbeda-beda, dan terkadang tidak diawasi dokter THT, sehingga ini membuat keraguan masyarakat, dan pemeriksaan sampai berulang-ulang,” ulas Supardi ketika dihubungi Minggu (16/8/2020), melalui selularnya.

Ditambahkannya, untuk keseragaman dalam memeriksa dan mengambil sample, sudah semestinya Dinkes Sumbar memberikan sertifikasi atau legaliti pada pemeriksa, atau setidaknya membuat surat edaran tentang pengambilan sample yang benar, untuk mendapatkan akurasi hasil.

Baca Juga  Pemko Terima Input Pelaku Pariwisata Bukittinggi

“Minimal dinas kesehatan membuat surat edaran yang bisa diketahui masyarakat, apakah dengan mengambil sample dari satu hidung saja cukup, atau harus dua, atau lengkap dengan tenggorokan, jadi tidak ada lagi keraguan tentang hasil yang pemeriksaan,” ulasnya lagi.

Masih menurut Supardi, dengan pengambilan sample berulang-ulang, rasanya akan membuat lubang hidung sesorang menjadi sakit, dan membuat malas untuk pemeriksaan.

Baca Juga  Payakumbuh, Tutup Objek Wisata untuk Potang Balimau dan Liburan Lebaran

Selain itu, surat edaran juga berguna untuk keseragaman pemeriksaan, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam mendeteksi virus Corona atau covid-19, baik di provinsi maupun kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Kita tidak bicara berapa besar anggaran untuk deteksi atau pemeriksaan Swab ini, tapi yang terpenting adalah keseragaman dan akurasi hasil dari pemeriksaan, sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan sedini mungkin,” tutupnya. (St)

Komentar

News Feed