oleh

RSUD Bukittinggi Sempat Kehabisan Stok Oksigen, Pemko Minta Bantuan Hingga ke Pusat

Bukittinggi, siberindo.co — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi, sempat kehabisan stok oksigen, khususnya untuk pasien covid-19, Minggu (15/08). Namun, beberapa upaya langsung dilakukan pihak rumah sakit dan juga pemerintah kota, untuk meminta bantuan dari provinsi hingga pusat. Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyebutkan, Minggu (15/08) pagi, RSUD Bukittinggi kehabisan stok oksigen. Hal ini terjadi karena kelangkaan oksigen itu sendiri dan pengiriman dari distributor juga terkendala kelangkaan oksigen itu. “Tadi pagi jam 10 kita kehabiskan stok oksigen. Harusnya secara rutin ini dipasok oleh distributor yang resmi kita tunjuk. Namun karena memang kelangkaan dari oksigen itu sendiri, mengakibatkan keterlambatan pendistribusian ke kota Bukittinggi,” ungkap Erman Safar saat dikonfirmasi awak media, Minggu (15/08) malam.
Baca Juga  Tim Kemenag, Monev TPG dan Tukin Guru ke Madrasah
Untuk solusi awal, lanjut Wako, Pemko meminta bantuan dan pinjaman ke Rumah Sakit Otak Mohammad Hatta dan beberapa faskes lainnya. Sehingga kebutuhan untuk hari ini dan besok, dapat dipenuhi untuk sementara. “Alhamdulillah hari ini untuk kebutuhan hari ini kita sudah mendapatkan pinjaman dari RSOMH, juga dari LF Sudirman dan juga Puskesmas 1 tabung, juga tadi datang dari Padang 20 tabung,” jelasnya.
Baca Juga  Nobon Terpilih Jadi Walinagari Ampang Kuranji di Kabupaten Dharmasraya
Wako mengaku, juga telah berkoordinasi dengan Wakil Sekretaris Kabinet Republik Indonesia dan juga sudah menghubungi Wamenkes serta beberapa Anggota DPR RI, untuk segera membantu pemerintah kota Bukittinggi, mendapatkan suplai oksigen. Karena, stok yang ada dari bantuan dan pinjaman tadi, hanya bisa untuk melayani pasien hari ini dan besok. “RSUD Bukittinggi menghabiskan 85 tabung oksigen 1 hari. Stok yang datang hari ini ini hanya bisa sampai besok dan tadi Bapak Wagub sudah mengabari saya bahwa sudah ada Liquid oxygen yang datang dari Pekanbaru untuk Sumatra Barat sebanyak 12 Ton dan Insya Allah bisa menjamin ketersediaan oksigen kita sampai ke beberapa hari ke depan. Tapi tadi sampai hari ini saya masih koordinasi dengan pemerintah pusat ketersediaan oksigen,” jelas Wako.
Baca Juga  Jelang Basapa di Ulakan, Dinkes Padang Pariaman Turunkan Tim Penyuluhan Covid-19
Pemko terus mengimbau warga, untuk tetap meningkatkan protokol kesehatan. Penyebaran covid dapar ditekan dengan uapaya pemerintah yang didukung penuh masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. (Ophik/KABA12.com)

Komentar

News Feed