Lubukbasung, siberindo.co — Kompleks Gelanggang Olahraga Rakyat (GOR) Rang Agam, di Padang Baru, Lubukbasung terkesan makin tak terurus menyusul makin tak “sanderehnya” kawasan yang menjadi sentral aktivitas masyarakat di pusat pemerintahan kabupaten Agam.
Kawasan yang dibangun megah, lengkap dengan berbagai sarana pendukung untuk olahraga dan lokasi bersantai keluarga itu, beberapa waktu belakangan, menjadi salah satu sarana paling nyaman digunakan untuk berolahraga bersama keluarga saat sore dan hari libur.
Namun, kondisi nyaman dan indah dalam beberapa bulan terakhir, terlihat mengalami kemunduran, karena terlihat makin “tak terurusnya” kompleks GOR Rang Agam, yang digadang-gadang menjadi salah satu sentral aktivitas warga terbaik di kabupaten Agam itu, pasalnya, banyak fasilitas pendukung yang semakin buram, sampah berserakan dimana-mana, bahkan rumput taman dibiarkan menggurita sehingga menggangu keindahan dan kenyamanan di kawasan itu.
Seperti halnya pantauan kaba12.com, Minggu,(14/11) pagi, tumpukan sampah berserakan di berbagai titik di sekitar lokasi gedung utama. Bahkan, tumpukan sampah terlihat menggunung di salah satu bak sampah persis di depan kantor KONI Agam.
Yang memprihatinkan, saat bersamaan kegiatan olahraga justru sangat tinggi, bahkan banyak anak-anak usia belia yang terpaksa “menyatu” dengan sampah saat berolahraga.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, tumpukan sampah yang mayoritas sampah plastic, bekas nasi kotak dan berbagai jenis bungkusan itu, sudah menggunung sejak Kamis,(11/11) lalu, usai kegiatan vaksinasi massal Covid-19 yang dihadiri ratusan warga dari berbagai tempat. Praktis sejak Kamis lalu, tidak ada petugas yang membersihkan tumpukan sampah yang kini mengeluarkan bau menyengat itu.
Beberapa pengunjung GOR Rang Agam kepada kaba12.com, Minggu,(14/11) mengaku prihatin dengan makin tak terurusnya kompleks kawasan olahraga itu. Tidak hanya areal sekitar gedung GOR, ruang dalam gedung GOR juga terlihat tak terurus, karena banyak tumpukan sampah yang berhari-hari tidak dibersihkan.
“ Tak jelas, siapa yang bertugas, namun kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Usai acara-acara besar, sampah tidak diurus, “ ungkap Munawir, yang mengaku kecewa.
Kondisi itu, disebutkan Johandri, warga Padang Baru sudah cukup lama, tidak hanya di kawasan di sekeliling gedung GOR, tapi juga di area lapangan sepakbola, taman dan beberapa titik lain yang selama ini dimanfaatkan sebagai arena bermain anak-anak.
“ Saat ini makin tak terurus, kasihan kita, padahal pemerintah sudah mengeluarkan biasa besar untuk membangun berbagai fasilitas, tapi kini tidak ada yang merawat, “ sebut Johandri.
HARMEN/kaba12.com
Transformasi digital dalam birokrasi pemerintah melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tidak hanya membawa kemudahan layanan publik, tetapi juga memunculkan konsekuensi hukum
Siberindo.co – Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang Angkatan 1988 adakan berbuka bersama (Bukber), Rabu (11/3/2026) malam di Rumah Makan Pondok
Catatan Seorang Deklarator PERADI PROFESIONAL Oleh: DR. Hendra Dinatha, S.H., M.H. Deklarator PERADI PROFESIONAL dan Juga Wakil Rektor Universitas Jayabaya, Jakarta Abstrak
JAKARTA – Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI PROFESIONAL) resmi dideklarasikan sebagai wadah baru bagi para advokat di tanah air. Deklarasi digelar pada
Komentar