oleh

Kenali Beda Covid-19 Varian Delta dan Omicron

Bukittinggi, siberindo.co — Virus covid -19 varian omicron, ternyata cukup berbahaya dari segi penyebarannya. Varian omicron setidaknya bisa menginfeksi 16 hingga 30 orang.

dr. Deddy Herman, dokter spesialis paru, menjelaskan, omicron itu sebetulnya sama seperti varian yang lain, baik delta atau varian lain, yang merupakan turunan darin covid-19. Sifat omicron berbeda dibandingkan varian delta yang banyak menyebabkan kematian pada tahun lalu.

“Varian delta ikatannya cepat terhadap reseptor pada saluran nafas, namun tidak secepat omicron. Artinya, Varian delta itu satu orang dapat menginfeksi 8 orang, sedangkan varian Omicron, satu orang bisa menginfeksi 16-30 orang. Artinya, kalau dia satu orang di kantor positif, satu kantor itu, bisa positif. Apabila satu orang di rumah positif seluruh rumah bisa positif. Artinya penularannya sangat cepat, karena daya ikatnya terhadap reseptor yang ada pada saluran nafas itu kuat. Virus itu menempel kuat pada saluran nafas,” jelas dr. Deddy, saat ditemui KABA12.com, Senin (14/02).

Baca Juga  6 Pejabat Administrator dan Pengawas Bukittinggi Dimutasi

Ada perbedaan varian delta dengan varian omicron dalam tubuh. Untuk varian delta mudah berkembang dalam tubuh, sehingga banyak kematian dengan cepat. Namun omicron membelahnya lambat, sehingga efeknya atau gejalanya lebih ringan dibanding varian delta.

“Namun, varian delta memang menyebabkan kematian dengan cepat, tapi varian omicron bisa mengenai orang dengan jumlah yang lebih banyak. Akibat penyebaran lebih banyak, resiko terkena pada anak anak atau orang tua dengan imun rendah dan rentan juga lebih besar dan bisa membuat kondisinya jadi lebih buruk,” lanjutnya.

Baca Juga  Perdana di Tanjung Raya, SDN 24 Koto Malintang Gelar Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Untuk gejalanya, lanjut dr. Deddy, memang ada perbedaan jelas antara varian delta dan omicron. Untuk varian delta pasien akan mengalami hilang penciuman dan rasa. Sedangkan varian omicron, sakit kepala, nyeri oot, kelelahan hebat batuk batuk dan nyeri tenggorokan.

“Saat ini ada 9 pasien Covid-19 yang di rawat di Bukittinggi. Satu pasien mengalami perburukan atau kondisi buruk. Pasien tersebut merupakan warga usia lanjut. Artinya, bahwa pada orang tua imunitas sangat rendah dan resiko kematian cukup tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Propemperda 2022 Bukittinggi Dievaluasi

(Ophik/KABA12.com)

News Feed